Promosi dan Kolaborasi Tantangan Iraw Tengkayu Menuju 45 Besar KEN

benuanta.co.id, TARAKAN – Festival Iraw Tengkayu kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Di tengah upaya meningkatkan posisi dalam penilaian KEN, sejumlah aspek dinilai masih perlu diperkuat, di antaranya promosi, pengelolaan penyelenggaraan, serta kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, mengatakan Festival Iraw Tengkayu telah lima kali berturut-turut masuk dalam Karisma Event Nusantara. Menurutnya, penyelenggaraan festival akan terus dilakukan setiap tahun sekaligus diupayakan mengalami peningkatan kualitas.

“Alhamdulillah festival ini kembali masuk Karisma Event Nusantara dan sudah lima tahun berturut-turut. Mudah-mudahan ke depan bisa masuk 45 besar,” ungkapnya, Ahad (5/7/2026) pada momen puncak perayaan Iraw Tengkayu yang lalu.

Baca Juga :  Pelaku Penikaman di Pantai Amal Dibekuk Polisi, Sempat Adu Mulut dengan Korban Usai Tenggak Miras Oplosan

Khairul menjelaskan pemerintah daerah tetap melaksanakan festival tersebut meskipun penyelenggaraan tahun ini dilakukan dengan penyesuaian anggaran. Ia menyebut evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan akan terus dilakukan sebagai bagian dari pengembangan festival pada tahun berikutnya.

“Kalau memang ada yang perlu diperbaiki tentu akan kami upayakan,” tukasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Raden Wisnu Sindhutrisno, mengatakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Iraw Tengkayu ialah strategi promosi. Menurutnya, promosi menjadi bagian penting agar festival dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana kita memperkuat strategi promosi agar event ini semakin dikenal luas,” katanya.

Baca Juga :  Padaw Tuju Dulung Dilarung, Warga Antusias Padati Rangkaian Iraw Tengkayu 2026

Ia menjelaskan promosi tidak hanya dilakukan melalui publikasi, tetapi juga perlu didukung penyampaian cerita mengenai nilai budaya yang menjadi identitas festival. Selain itu, pemanfaatan platform digital dinilai dapat memperluas jangkauan informasi kepada calon pengunjung.

“Promosi bukan hanya soal publikasi, tetapi bagaimana membangun cerita yang kuat dan autentik,” jelasnya.

Wisnu menambahkan pengembangan festival juga memerlukan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku pariwisata. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu unsur dalam pengembangan sebuah event daerah.

“Dengan sinergi yang kuat, tujuan pengembangan event akan lebih mudah diwujudkan,” ucapnya.

Baca Juga :  BPBD Catat Empat Longsor Terjadi di Tarakan Selama Juli 2026

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Utara, Sanusi, mengatakan Iraw Tengkayu memiliki nilai budaya sekaligus potensi sebagai daya tarik wisata di Kalimantan Utara. Karena itu, penyelenggaraannya dinilai perlu terus dikelola secara berkelanjutan.

“Festival ini harus terus dikelola secara profesional dan berkelanjutan agar semakin menarik bagi wisatawan,” katanya.

Menurut Sanusi, pelestarian Iraw Tengkayu memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tokoh adat, pelaku seni, dunia usaha, hingga masyarakat. Ia menilai kolaborasi tersebut diperlukan agar nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Iraw Tengkayu tetap terjaga.

“Sinergi inilah yang akan memastikan nilai-nilai luhur tetap terpelihara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *