benuanta.co.id, TARAKAN – Kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarakan kembali menegaskan dominasinya di ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kalimantan Utara di Kabupaten Nunukan dengan keluar sebagai juara umum. Tarakan sukses mengoleksi 11 dari total 20 medali emas yang diperebutkan, sekaligus mempertahankan supremasi pada ajang olahraga wartawan tingkat provinsi tersebut.
PWI Tarakan, Andi Muhammad Rizal, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang dinilainya telah berjuang maksimal demi mengharumkan nama daerah. “Apresiasi luar biasa untuk seluruh kontingen PWI Tarakan yang telah berjuang habis-habisan demi menjaga marwah dan martabat daerah sebagai juara umum,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil dari konsistensi latihan serta kerja sama seluruh anggota kontingen selama mengikuti Porwada II Kaltara. Meski berhasil menjadi yang terbaik, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat seluruh atlet cepat berpuas diri.
Ia mengatakan, tantangan berikutnya adalah menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang dipastikan memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.
“Di atas langit masih ada langit. Porwanas 2027 akan menjadi panggung yang lebih kompetitif. Jadikan piala hari ini sebagai bahan bakar, bukan sebagai sandaran untuk bermalas-malasan. Segera evaluasi, perbaiki kekurangan, dan mari tatap Porwanas 2027 dengan persiapan yang jauh lebih matang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Tarakan, Hendi Rustandi, mengatakan dominasi Tarakan tercermin dari raihan 11 medali emas dari total 20 medali emas yang diperebutkan.
“Dengan raihan 11 emas dari total 20 emas yang diperebutkan, otomatis kita masih mendominasi. Namun, ke depan pada Porwada ketiga kita harus lebih meningkatkan lagi kualitas, skill, dan mental bertanding,” bebernya.
Hendi mengakui masih terdapat sejumlah cabang olahraga yang belum mampu memenuhi target. Bahkan, Tarakan harus kehilangan medali emas dari cabang tenis meja dan catur.
“Meski bisa keluar sebagai juara umum, ada beberapa cabor yang tidak sesuai harapan, dan bahkan harus kehilangan medali emas, seperti tenis meja dan catur,” ujarnya.
Ia menilai evaluasi menjadi hal penting mengingat kekuatan kontingen daerah lain terus berkembang.
“Semoga untuk Porwada selanjutnya kontingen Tarakan dapat lebih maksimal lagi, lantaran setiap daerah, terutama Bulungan dan Nunukan, saat ini mengalami perkembangan luar biasa atletnya hampir di semua cabor,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







