Kapolres Tarakan Dimutasi Jadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tarakan, AKBP Erwin S. Manik dipastikan mengakhiri masa tugasnya di Kota Tarakan setelah menerima surat mutasi jabatan. Selanjutnya, ia akan mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara.

Ia mengatakan dirinya telah bertugas selama satu tahun dua bulan di Polres Tarakan. Selama masa kepemimpinannya, pendekatan kepada para pemangku kepentingan (stakeholder) menjadi salah satu program utama yang terus dikedepankan.

“Saya dan keluarga akan melaksanakan tugas sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Utara. Pesan saya kepada seluruh anggota Polres Tarakan, tingkatkan apa yang sudah kita lakukan bersama, terutama membangun pendekatan dengan seluruh stakeholder karena Polri tidak mampu bekerja sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Forum Audiensi di Polres Tarakan Sepakati Perbaikan Layanan Penerbangan Perintis

Selain memperkuat sinergi lintas sektor, AKBP Erwin juga menilai kemudahan akses komunikasi antara masyarakat dengan kepolisian menjadi langkah efektif meningkatkan pelayanan publik.

Selama menjabat, Polres Tarakan mengoptimalkan layanan Call Center Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam. Selain itu, dirinya juga membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp yang langsung terhubung dengan operator selama 24 jam untuk menerima laporan masyarakat.

Menurutnya, kedua layanan tersebut terbukti efektif mempercepat komunikasi antara masyarakat dengan kepolisian sekaligus mengurangi hambatan dalam penyampaian laporan.

Baca Juga :  Capaian Rendah, Aktivasi IKD di Tarakan Baru Capai 7 Persen

Kendati demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam memberikan kepastian hukum terhadap setiap laporan masyarakat. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM), anggaran hingga faktor teknis lainnya menjadi beberapa kendala yang masih terus dibenahi.

“Yang harus terus ditingkatkan adalah memberikan kepastian hukum terhadap laporan masyarakat. Memang ada faktor SDM, anggaran dan sebagainya. Tetapi salah satu kunci agar komplain masyarakat tidak tinggi adalah membuka komunikasi yang baik,” ujarnya.

Ia menekankan, masyarakat yang telah membuat laporan juga harus memperoleh perkembangan penanganan perkara secara berkala. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Baca Juga :  Hari Pertama SPMB, Pendaftar Jalur Prestasi SMPN 2 Tarakan Lampaui Kuota

Dirinya mengaku memiliki kesan tersendiri untuk Kota Tarakan. Menurutnya, karakter masyarakat Kota Tarakan yang saling mengenal justru menjadi modal penting dalam penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Di Tarakan hampir semua warga saling mengenal. Dengan mengenali masyarakat, kami lebih mudah mencari solusi terbaik terhadap setiap permasalahan sehingga persoalan tidak berlarut-larut. Polisi juga dapat berperan sebagai fasilitator dalam penyelesaiannya,” tuturnya.

Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara Polres Tarakan, pemerintah daerah dan masyarakat dapat terus dipertahankan oleh jajaran kepolisian berikutnya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Tarakan. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *