benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap Konferensi Daerah II (Konda II) Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Tatatinun tidak hanya menjadi agenda organisasi gereja, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pelayanan, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Nunukan melalui Penjabat Sekretaris Daerah, Drs. Raden Iwan Kurniawan, saat membuka Konda II GKII Daerah Tatatinun di Gedung GKII Jemaat Nunukan, Rabu (1/7/2026).
Konferensi yang diikuti perwakilan jemaat dari Tarakan, Tana Tidung, dan Nunukan ini menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan selama masa kepengurusan sebelumnya sekaligus menyusun program kerja dan arah pelayanan gereja ke depan.
Iwan mengatakan pemerintah mengapresiasi terselenggaranya konferensi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat peran gereja dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
“Kami berharap Konferensi Daerah II ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang memperkuat pelayanan gereja, meningkatkan kebersamaan antarjemaat, serta membawa manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Menurutnya, pemerintah memandang organisasi keagamaan sebagai mitra strategis dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Sehingga, Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang mendorong terciptanya kehidupan sosial yang aman, damai, dan harmonis.
Konferensi Daerah II GKII Daerah Tatatinun mengusung tema ‘Bertumbuh Bersama’. Tema tersebut mengajak seluruh peserta untuk terus bertumbuh dalam iman, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaat.
Selain menjadi forum evaluasi dan penyusunan program kerja, konferensi ini juga menjadi wadah bagi para pelayan dan pengurus gereja untuk menyamakan visi dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan di wilayah Tarakan, Tana Tidung, dan Nunukan.
Pembukaan Konferensi Daerah II GKII Daerah Tatatinun Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Penjabat Sekretaris Daerah sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan konferensi. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







