Bupati Irwan Janji Perbaikan Rumah Terdampak Banjir Nunukan Tahun Ini

benuanta.co.id, NUNUKAN – Hujan deras yang mengguyur Pulau Nunukan pada Senin dini hari, 3 Agustus 2026, memicu banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak pada ratusan rumah warga di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 317 hingga 435 unit rumah terdampak banjir. Di kawasan Pasar Baru menjadi lokasi dengan dampak paling parah, dengan ketinggian genangan mencapai 1,2 meter.

Di Pasar Baru, sekitar 200 rumah terendam. Sementara di wilayah Sei Bilal dan Sei Fatimah, sekitar 80 rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai 0,8 meter.

Banjir juga merendam sekitar 65 rumah di kawasan Jalan Lumba-Lumba dan Nunukan Tengah, dengan ketinggian air sekitar 0,5 meter.

Tak hanya banjir, hujan deras juga memicu tanah longsor di dua titik di wilayah Sei Fatimah. Bencana tersebut menyebabkan satu rumah rusak berat, sementara beberapa rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.

Baca Juga :  Kapolres Nunukan Berganti, Bupati Irwan Sabri Harapkan Sinergi Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan

Dampak bencana juga dirasakan sektor pertanian. Sedikitnya 60 hektare lahan sawah yang baru ditanami padi terendam dan terancam mengalami kerusakan. Rinciannya, 25 hektare berada di Sei Apuk, 15 hektare di Binusan dan 20 hektare di Sei Fatimah.

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur. Dua jembatan penghubung mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara sejumlah badan jalan dan siring sungai mengalami abrasi serta amblas.

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Nunukan H. Irwan Sabri. Ia turun meninjau sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan penanganan darurat sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat dan kerusakan fasilitas umum.

Didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Irwan meninjau permukiman warga, akses jalan dan fasilitas umum yang terdampak. Ia juga berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan yang harus segera ditangani pemerintah.

Baca Juga :  Kabupaten Nunukan Dapat Alokasi Bedah Rumah Terbesar di Kaltara, Capai 916 Unit

Irwan menegaskan, Pemkab Nunukan akan memprioritaskan keselamatan warga sekaligus melakukan intervensi terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor.

“Insya Allah tahun ini kita akan melakukan intervensi perbaikan terhadap fasilitas-fasilitas yang mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor, sehingga dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Irwan pada Jumat, (7/8/2026).

Selain penanganan darurat, Bupati meminta seluruh OPD terkait segera melakukan pendataan secara menyeluruh. Pendataan tersebut mencakup jumlah warga terdampak, rumah, lahan pertanian hingga infrastruktur yang mengalami kerusakan.

“Saya minta seluruh OPD terkait segera melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak sesuai kewenangan masing-masing. Koordinasi harus diperkuat agar penanganan berjalan cepat, tepat, dan terpadu,” tegasnya.

Baca Juga :  Kabupaten Nunukan Dapat Alokasi Bedah Rumah Terbesar di Kaltara, Capai 916 Unit

Menurut Irwan, pendataan menjadi bagian penting agar penanganan tidak berhenti pada kondisi darurat. Pemerintah juga harus memastikan proses pemulihan dan perbaikan infrastruktur dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Pemkab Nunukan pun memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak bencana, mulai dari kebutuhan masyarakat hingga rencana rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak.

Di tengah potensi cuaca ekstrem, Irwan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi pemerintah. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi darurat agar dapat ditindaklanjuti petugas.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama, dan kami akan terus mengupayakan penanganan terbaik hingga kondisi kembali normal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *