benuanta.co.id, BULUNGAN – Investasi di Kabupaten Bulungan diklaim menembus Rp10 triliun. Kondisi ini dinilai ikut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di daerah.
Namun, besarnya nilai investasi tidak secara langsung membuat jumlah tenaga kerja yang terserap ikut tinggi. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Bulungan, Hasanuddin.
“Kalau investasi tinggi, tenaga kerjanya juga tinggi, itu tidak langsung berbanding lurus,” katanya, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, penyerapan tenaga kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya kebutuhan tenaga kerja pada masing-masing perusahaan yang masuk atau berkembang di Bulungan.
Meski begitu, Hasanuddin mengatakan investasi tetap memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan.
“Kalau kita melihat pertumbuhan ekonomi, ada dampaknya. Pertumbuhan tinggi, tingkat pengangguran terbuka turun,” ujarnya.
Ia juga menyebut tidak seluruh perusahaan menyampaikan informasi kebutuhan tenaga kerjanya kepada Disnakertrans sebelum melakukan perekrutan.
“Tidak semua perusahaan menerima lowongan pekerjaan itu melapor ke kita. Mereka ada menerima sendiri juga. Setelah dia menerima, baru dia melapor,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Disnakertrans belum dapat melihat secara keseluruhan berapa banyak tenaga kerja yang terserap secara langsung dari investasi yang masuk ke Bulungan.
Hasanuddin mengatakan, pemerintah daerah tetap berupaya membantu masyarakat mendapatkan kesempatan kerja melalui job fair maupun pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, penyerapan tenaga kerja juga perlu didukung dengan adanya informasi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan. Dengan begitu, pemerintah dapat menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan.
“Kalau kita tahu kebutuhan perusahaan ke depan, kita bisa mempersiapkan kebutuhan. Misalkan kita mau pelatihan, orang untuk pendidikan, mereka harus jurusan apa,” katanya.
Hasanuddin berharap meningkatnya investasi di Bulungan dapat diikuti dengan semakin terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







