Stok Sapi Kurban di Tarakan Baru 998 Ekor, Masih Kurang 500 Ekor

benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang Idul Adha, ketersediaan sapi kurban di Kota Tarakan tercatat baru mencapai 998 ekor. Jumlah itu masih di bawah estimasi kebutuhan tahun ini yang diperkirakan sekitar 1.500 ekor, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 500 ekor.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan, Paulus, mengungkapkan pihaknya terus melakukan pendataan lapangan untuk memastikan stok ternak siap potong benar-benar sesuai kondisi riil di kandang peternak.

“Update data terakhir setelah sapi masuk tanggal 16 itu berada di angka 998 ekor yang tersedia di Tarakan,” ungkapnya, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, angka kebutuhan 1.500 ekor mengacu pada data pemotongan tahun sebelumnya. Karena itu, pihaknya masih menunggu kemungkinan tambahan sapi masuk dalam pekan ini agar selisih kebutuhan bisa berkurang.

“Kalau minggu ini ada lagi yang masuk, tentu kekurangannya akan berkurang,” katanya.

Meski demikian, DKPP berharap arus masuk sapi dari luar daerah dapat dikendalikan agar tidak berlebihan menjelang Iduladha. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus memberi ruang bagi peternak lokal menjual ternaknya.

“Kalau bisa ada pembatasan kuota masuk menjelang Iduladha supaya tidak terlalu membludak,” jelasnya.

Namun, Paulus menegaskan pihak daerah tidak memiliki kewenangan langsung membatasi pemasukan ternak antardaerah. Lalu lintas ternak antarprovinsi berada dalam mekanisme perizinan dan verifikasi pemerintah provinsi serta karantina hewan.

“Kami tidak punya kewenangan melakukan pembatasan langsung,” tegasnya.

Saat ini, DKPP mulai melakukan monitoring ke kandang-kandang sapi untuk pembinaan dan pendataan. Hewan yang masuk data kurban hanyalah sapi yang benar-benar siap dijual dan memenuhi syarat umur maupun kondisi kesehatan.

“Kalau punya 10 ekor tapi yang siap jual lima, maka lima itu yang kami masukkan data,” ujarnya.

Paulus menambahkan populasi sapi di Tarakan secara keseluruhan sebenarnya lebih besar, diperkirakan mencapai 2.000 hingga 3.000 ekor. Namun tidak semuanya masuk kategori siap kurban tahun ini.

“Yang kita hitung adalah yang siap dipotong untuk Iduladha,” katanya.

Mulai pekan depan, petugas DKPP juga akan turun memeriksa kesehatan sapi dari kandang ke kandang. Hewan yang lolos pemeriksaan akan diberi penanda sebagai bentuk jaminan kepada masyarakat.

“Ternak yang sudah diperiksa nanti akan dipasang tanda bahwa aman dan sudah divaksinasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *