benuanta.co.id, TARAKAN – Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petugas saat menangani kebakaran di Kota Tarakan. Banyaknya warga yang berhenti atau mendekati lokasi untuk menyaksikan kebakaran membuat akses kendaraan pemadam menjadi terhambat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan, Sofyan, mengatakan meskipun tim memiliki waktu respons cepat sejak mengetahui adanya asap, kondisi jalan yang padat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.
“Ada kesulitan dalam proses pemdaman. Yang pertama rekan-rekan lihat di jalan raya, macet total,” ujarnya.
Menurutnya, kemacetan dipicu oleh masyarakat yang menghentikan kendaraannya untuk menonton kebakaran sehingga memperlambat laju kendaraan darurat menuju lokasi. “Yang jelas begitulah budaya kita. Dia berhenti nonton sehingga makin macet, daerah yang lain pelan-pelan macet juga akhirnya,” terangnya.
Ia berharap pada kejadian serupa ke depan terdapat dukungan pengamanan lalu lintas dari Kepolisian
Negara Republik Indonesia (Polri) maupun Dinas Perhubungan agar akses kendaraan pemadam kebakaran lebih lancar saat terjadi kebakaran.
“Ke depan mungkin yang seperti begini mohon bantuan backup dari satuan kepolisian atau dinas perhubungan di lapangan,” ujarnya.
Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang bagi kendaraan darurat yang sedang bertugas agar api dapat segera padam dan tidak menimbulkan kerugian maupun korban jiwa.
“Harus petugas dulu, pemadamnya, puskesmasnya, dinas perhubungannya, kepolisiannya. Berilah ruang lewat untuk kita terlebih dahulu supaya petugas sudah sampai di TKP,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina








