benuanta.co.id, TARAKAN – Antusiasme pencari kerja pada pelaksanaan Job Fair 2026 di Kota Tarakan terlihat dari tingginya jumlah pelamar yang mendatangi stan PT Phoenix Resources International (PRI). Mulai pukul 08.00 Wita, perusahaan tersebut telah menerima sekitar 80 lamaran kerja, meski hanya membuka 13 posisi.
HR Services Assisten Manager PT Phoenix Resources International, Yanuar, mengatakan perusahaan membuka lowongan di sejumlah bidang strategis, seperti teknik, procurement, dan teknologi informasi (IT). Kualifikasi pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing posisi, termasuk membuka peluang bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi.
“Kami membuka 13 posisi. Sejauh ini respons dari pencari kerja cukup positif. Tadi pagi saja sudah sekitar 80 pelamar yang memasukkan lamaran ke perusahaan kami,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya jumlah pelamar tidak serta-merta membuat seluruh posisi langsung terisi. Seluruh berkas yang masuk akan melalui proses verifikasi untuk memastikan kandidat memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan sebelum melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
“Dari pelamar yang masuk nanti kami verifikasi terlebih dahulu. Yang memenuhi persyaratan akan kami lanjutkan ke tahap berikutnya,” jelasnya.
Yanuar menambahkan, PT PRI secara rutin mengikuti job fair apabila perusahaan sedang memiliki kebutuhan tenaga kerja. Informasi rekrutmen juga telah disebarluaskan beberapa hari sebelum
kegiatan melalui platform pencarian kerja dan media sosial perusahaan agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Selain menjadi sarana rekrutmen tenaga kerja, pelaksanaan Job Fair 2026 di Kota Tarakan juga menjadi momentum bagi dunia industri untuk menyampaikan kebutuhan kompetensi yang harus dipersiapkan calon tenaga kerja lokal.
Dirinya, menilai masih diperlukan peningkatan kesiapan sumber daya manusia (SDM), baik dari pencari kerja maupun lembaga pendidikan, agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri.
Menurutnya, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki latar belakang pendidikan sesuai, tetapi juga pengalaman maupun keterampilan yang relevan dengan sektor industri yang dijalankan perusahaan.
“Karena kami bergerak di industri bubur kertas, tentu kami mengharapkan tenaga kerja yang memiliki pengalaman relevan, terutama di bidang mesin-mesin produksi. Tidak harus dari pabrik kertas, tetapi pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.
Ia menilai informasi mengenai kebutuhan dunia usaha harus lebih banyak disampaikan kepada masyarakat dan institusi pendidikan. Dengan demikian, lulusan dapat mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan sebelum memasuki pasar kerja.
“Harapan kami informasi dari perusahaan bisa tersampaikan ke masyarakat sehingga mereka tahu kebutuhan industri seperti apa. Dengan begitu putra-putra daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung,” ujarnya.
Dirinya juga berharap pelaksanaan job fair tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar terserap di dunia industri sesuai kebutuhan perusahaan. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







