BI Dorong Transaksi Jatim-Kaltara Berlanjut

Ekonomi4 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Kerja sama perdagangan dan investasi antara Kalimantan Utara (Kaltara) dan Jawa Timur (Jatim) dinilai dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Selain mempertemukan pelaku usaha dari kedua provinsi, forum tersebut juga diharapkan mampu memperluas pemasaran produk unggulan Kaltara, memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, serta mendorong transaksi yang berkelanjutan setelah kegiatan berakhir.

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengapresiasi pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Utara yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan komitmen transaksi perdagangan. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kaltara.

“Tentunya ini dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Menurutnya, peluang keberlanjutan transaksi cukup terbuka karena sebelum pertemuan tatap muka, pelaku usaha dari Jatim dan Kaltara telah melakukan sejumlah pertemuan secara daring. Karena itu, kerja sama yang sudah terbentuk diharapkan dapat terus menghasilkan transaksi baru setelah misi dagang selesai.

“Sudah ada pertemuan-pertemuan sebelumnya secara online, dan kami berharap setelah hari ini pun akan ada tambahan transaksi keuangan,” jelasnya.

Bank Indonesia juga mendorong agar hubungan perdagangan antara kedua provinsi berjalan secara timbal balik. Artinya, Kaltara tidak hanya menjadi daerah tujuan pemasaran produk dari Jawa Timur, tetapi juga mampu menjual komoditas unggulannya ke pasar Jawa Timur.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Siapkan Skema Pembiayaan Pemda Lewat SMI

“Kami tentunya berharap resiprokal, artinya dari Kalimantan Utara juga ada transaksi penjualan ke sana, produk-produk unggulan Kalimantan Utara pun demikian,” tegasnya.

Di sisi lain, Agus menilai Jatim dapat menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan pangan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat Kaltara. Hal ini dinilai penting karena sebagian kebutuhan pangan di Kaltara masih didatangkan dari luar daerah, termasuk dari wilayah Jatim.

“Produk-produk yang dibutuhkan di Kalimantan Utara, terutama untuk sektor pangan, itu dapat dipenuhi salah satunya dari Jawa Timur,” bebernya.

Peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi dinilai akan memberikan pengaruh terhadap pergerakan ekonomi Kaltara. Semakin banyak transaksi dan kerja sama usaha yang terbentuk, semakin besar pula peluang peningkatan produksi, distribusi, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya aktivitas perdagangan dan investasi yang semakin meningkat di Kalimantan Utara, tentunya ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara,” imbuhnya.

Agus menuturkan, sejumlah produk UMKM Kaltara yang ditampilkan memiliki peluang untuk dipasarkan ke Jawa Timur. Produk tersebut antara lain bandeng, makanan berbahan cokelat, tenun, serta berbagai produk kerajinan dan olahan lainnya.

“Ternyata banyak produk unggulan di sini yang bisa kita jual ke Jawa Timur. Tadi ada bandeng, kemudian ada makanan cokelat, kemudian ada tenun, kain-kain, dan sebagainya,” tuturnya.

Menurut Agus, keberadaan produk-produk tersebut menjadi kekuatan tersendiri bagi Kaltara. Ia menilai Kaltara tidak hanya memiliki potensi dari sektor pertambangan, kelapa sawit, dan perikanan, tetapi juga mempunyai produk UMKM yang dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar antardaerah.

Baca Juga :  Ekonomi Nunukan Tumbuh 3,95 Persen pada Triwulan II 2026

“Ini menjadi daya terhadap kita sendiri bagi Kalimantan,” ujarnya.

Bank Indonesia juga mendorong UMKM Kaltara agar mampu memanfaatkan perdagangan digital. Transaksi secara daring dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar tanpa harus bergantung pada pemasaran secara langsung atau konvensional.

“Termasuk business matching bagaimana agar UMKM di sini juga bisa melakukan transaksi secara online, agar pasarnya semakin luas,” lanjutnya.

Agus menilai kebutuhan terhadap produk dan jasa di Kaltara akan terus meningkat seiring dengan pengembangan kawasan industri dan pertumbuhan kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produksi dan memenuhi permintaan pasar daerah.

“Kebutuhannya semakin meningkat seiring dengan di sini ada pengembangan kawasan industri, kemudian juga kebutuhan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi Kaltara sendiri. Kondisi itu terlihat dari sektor pertanian, ketahanan pangan, serta komoditas peternakan yang masih membutuhkan pasokan dari daerah lain.

“Ada kebutuhan sehari-hari masyarakat yang barangkali belum dipenuhi sendiri oleh Kalimantan Utara, termasuk di sektor pertanian, ketahanan pangan, kemudian juga ada beberapa komoditas peternakan,” bebernya.

Baca Juga :  Tambak hingga Kayu, Gubernur Zainal Pamerkan Beragam Potensi Kaltara ke Jatim

Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat sebagai peluang untuk membangun kerja sama perdagangan yang saling melengkapi. Setiap daerah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga hubungan antardaerah dapat menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan sekaligus memasarkan produk unggulan.

“Tiap daerah punya kelebihan dan kekurangan. Makanya ada misi dagang dan investasi, ada proses business matching, mudah-mudahan ketemu jodoh, ada pembeli dan penjual,” ucapnya.

Dari sisi pengendalian inflasi, Agus mengatakan kerja sama perdagangan dengan Jatim juga dapat membantu menjaga ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat Kaltara. Pasokan dari daerah lain, termasuk Jawa Timur, diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan bahan makanan sehari-hari, terutama komoditas pangan yang harganya mudah bergejolak atau volatile food.

“Dalam konteks inflasi, bagaimana agar kebutuhan pangan, kebutuhan makanan sehari-hari yang dipenuhi masyarakat terpenuhi, salah satunya dari Jawa Timur, termasuk untuk volatile food,” jelasnya.

Dengan demikian, Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara tidak hanya berperan dalam mempertemukan pelaku usaha dan mencatatkan transaksi perdagangan. Forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat UMKM, memperluas pasar produk unggulan Kaltara, memenuhi kebutuhan pangan, mengembangkan komoditas berorientasi ekspor, serta menjaga stabilitas harga melalui kerja sama perdagangan antardaerah.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun Jawa Timur,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *