Tambak hingga Kayu, Gubernur Zainal Pamerkan Beragam Potensi Kaltara ke Jatim

benuanta.co.id, TARAKAN – Kalimantan Utara (Kaltara) tidak hanya menawarkan peluang perdagangan dalam pertemuan bisnis dengan Jawa Timur (Jatim). Daerah yang terletak di perbatasan ini juga membuka berbagai potensi mulai dari perikanan, pertanian, kehutanan, ketersediaan lahan hingga penguatan konektivitas sebagai pintu masuk investasi dan perdagangan antardaerah.

Beragam potensi tersebut disampaikan dalam kegiatan misi dagang dan investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Utara tahun 2026. Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., menyebut kerja sama antardaerah menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar sekaligus menarik investasi.

“Ini sangat penting dan strategis,” sebutnya.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak boleh hanya berhenti pada transaksi perdagangan. Kaltara berharap kerja sama yang dibangun dapat berkembang menjadi investasi dan kemitraan usaha yang memberikan manfaat bagi kedua daerah.

“Mudah-mudahan dengan misi dagang ini kita bisa memperluas pasar, meningkatkan investasi dan membangun kerja sama,” katanya.

Salah satu potensi yang paling ditonjolkan Kaltara ialah sektor perikanan, khususnya komoditas udang dan hasil laut lainnya. Besarnya wilayah serta ketersediaan kawasan tambak dinilai memberikan ruang bagi pengembangan usaha perikanan dalam skala yang lebih besar.

“Kita punya udang dan hasil-hasil laut lainnya,” bebernya.

Keunggulan lainnya, kata Gubernur Zainal, terlihat dari skala lahan tambak yang tersedia di Kaltara. Ia membandingkannya dengan sejumlah wilayah lain yang memiliki keterbatasan lahan tambak, sementara di Kaltara luas tambak dapat dikembangkan dalam ukuran jauh lebih besar.

Baca Juga :  Kerja Sama Jatim-Kaltara Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor lewat Surabaya

“Kalau di Kalimantan Utara ini paling kecil 15 hektare,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan budidaya perikanan dalam skala besar. Pemerintah Kaltara pun membuka kesempatan kepada pengusaha asal Jatim untuk melihat langsung potensi tersebut.

“Silakan datang ke Kalimantan Utara,” ajaknya.

Selain luasnya kawasan tambak, Gubernur Zainal juga menyoroti pola budidaya perikanan yang menurutnya memiliki karakter berbeda. Ia menyebut sejumlah komoditas perikanan dapat memanfaatkan sumber pakan alami yang tersedia di lingkungan tambak.

“Jadi pakannya ini organik karena ikan-ikan ini memakan plankton dan lumut,” katanya.

Potensi Kaltara juga tidak berhenti pada sektor perikanan. Dari sektor pertanian, beras menjadi salah satu komoditas yang ditawarkan dalam kerja sama dengan Jatim. Bahkan, terdapat kerja sama perdagangan yang mencakup komoditas beras dan kebutuhan pangan lainnya. “Ada juga kerja sama beras dan ayam,” tuturnya.

Ia turut menyinggung keberadaan produksi beras yang dikembangkan dengan konsep organik. Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan untuk memperluas pasar Kaltara maupun memenuhi kebutuhan daerah lain.

“Beras kita juga ada yang organik yang mana itu ada di daerah Krayan (Beras Adan),” katanya.

Baca Juga :  Ekonomi Nunukan Tumbuh 3,95 Persen pada Triwulan II 2026

Potensi lain yang tidak kalah besar berada pada sektor kehutanan. Kaltara memiliki sumber daya kayu yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku berbagai produk bernilai tambah, termasuk kebutuhan industri furnitur dan mebel.

“Kayu yang berkelas cukup banyak untuk bahan baku pembuatan mebel,” jelasnya.

Ketersediaan bahan baku tersebut menjadi peluang untuk tidak hanya menjual komoditas dalam bentuk mentah. Dengan masuknya investasi dan industri pengolahan, potensi kehutanan Kaltara dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Banyak bahan baku yang bisa dikembangkan,” tuturnya.

Kemudahan berusaha bahkan menjadi salah satu pesan yang secara khusus disampaikan kepada calon investor. Gubernur Zainal memastikan pemerintah daerah tidak ingin menjadikan proses perizinan sebagai hambatan bagi masuknya investasi ke Kaltara.

“Tidak ada kata-kata kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah,” tegasnya.

Di luar potensi komoditas dan sumber daya alam, Kaltara juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui sektor transportasi dan konektivitas. Salah satu yang tengah didorong ialah pembukaan jalur feri langsung dari Surabaya menuju Nunukan tanpa harus melalui Makassar.

“Ferry dari Surabaya langsung Nunukan, tidak melalui Makassar,” imbuhnya.

Menurutnya, konektivitas tersebut penting untuk memperlancar arus barang dan orang antara Jatim dan Kaltara. Jika rute tersebut dapat terealisasi dan didukung penambahan armada, maka distribusi komoditas dari kedua daerah diharapkan menjadi lebih efisien.

Baca Juga :  Jatim Bidik Usaha Sarang Burung Walet, Pemprov Kaltara Siap Sambut Kerja Sama

“Dengan penambahan rute dan penambahan armada ferry,” lanjutnya.

Penguatan konektivitas dinilai akan memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi Kaltara. Jalur transportasi yang semakin terbuka dapat mendukung perdagangan, distribusi komoditas sekaligus memperkuat hubungan bisnis antara pelaku usaha di Kaltara dan Jatim.

“Ini akan sangat membantu perekonomian kita,” tambahnya.

Besarnya potensi tersebut menjadi bagian dari upaya Kaltara memperkenalkan daerahnya sebagai salah satu tujuan investasi baru. Pemerintah daerah berharap pelaku usaha Jatim tidak hanya melihat Kaltara sebagai pasar, tetapi juga sebagai tempat untuk mengembangkan kegiatan usaha dan industri.

“Kita banyak sekali peluang investasi di Kalimantan Utara,” katanya.

Gubernur Zainal berharap pertemuan tersebut menghasilkan kerja sama yang tidak berhenti pada penandatanganan maupun transaksi saat kegiatan berlangsung. Sebab, potensi yang dimiliki Kaltara menurutnya membutuhkan mitra, pasar dan investasi agar dapat berkembang lebih besar.

“Mudah-mudahan ini tidak berhenti sampai di sini,” harapnya.

Dengan beragam potensi mulai dari perikanan, pertanian, kehutanan, lahan investasi hingga konektivitas, Kaltara berharap hubungan ekonomi dengan Jatim dapat terus diperkuat. Kerja sama antardaerah tersebut diharapkan mampu membuka pasar baru sekaligus mendorong investasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Yang penting kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan kesejahteraan bagi kita bersama,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *