Dispar Sebut Tarif Transportasi Masih Jadi Penghambat Wisata di Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Tingginya biaya transportasi dinilai masih menjadi kendala utama pengembangan pariwisata di Kalimantan Utara. Kondisi itu disebut mengurangi daya saing daerah dalam menarik wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Dr. Njau Anau mengatakan akses transportasi merupakan persoalan mendasar yang harus dibenahi apabila Kaltara ingin menjadi destinasi wisata yang lebih kompetitif.

Baca Juga :  Kredit UMKM Kaltara Menyusut, NPL Tembus 7,12 Persen

“Kalau biayanya mahal, kemudian pesawatnya tidak jelas, itu juga bagi wisatawan tidak baik,” katanya.

Menurutnya, Pemprov Kaltara terus mendorong agar konektivitas penerbangan semakin terbuka, termasuk memperjuangkan rute internasional yang dapat langsung menghubungkan Tarakan dengan negara tetangga.

Ia mencontohkan Malaysia yang telah memiliki penerbangan langsung dari China sebagai model pengembangan akses wisata.

Baca Juga :  Gubernur Kaltara Minta CSR Perusahaan Migas Merata, Bidang Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

“Kita berharap kalau bisa ada penerbangan sampai Tarakan akan lebih baik,” ujarnya.

Selain memperbanyak akses penerbangan, Njau menilai wisatawan perlu didorong untuk tinggal lebih lama agar belanja, kuliner, dan jasa perhotelan di Tarakan ikut menikmati dampak ekonomi.

“Orang datang menginap dulu, makan dulu, belanja dulu. Itu yang kita harapkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Gajah Mada dan Drainase Dibutuhkan Kolaborasi Pemprov dan Pemkot Tarakan

Meski optimistis, rencana peningkatan konektivitas tersebut masih bergantung pada kesiapan maskapai dan kebijakan pemerintah di sektor transportasi udara. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *