Hunian Hotel Kaltara Naik 4,87 Poin, Tarakan Tertinggi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kamar hotel di Kalimantan Utara (Kaltara) pada Juni 2026 mulai terlihat lebih ramai dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini terlihat dari tingkat penghunian kamar hotel yang mengalami kenaikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang, hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Juni 2026 mencapai 34,86 persen. Angka ini naik 4,87 poin dibandingkan Mei 2026 yang hanya berada di angka 29,99 persen.

Sederhananya, dari seluruh kamar hotel yang tersedia, sekitar sepertiganya terisi oleh tamu selama Juni 2026.

Kepala BPS Provinsi Katara, Mustaqim, mengatakan kenaikan TPK terlihat pada hotel bintang maupun hotel nonbintang dan akomodasi lainnya. “Pada Juni 2026 ini memang ada peningkatan dibandingkan bulan Mei. Kalau secara gabungan, TPK-nya mencapai 34,86 persen,” kata Mustaqim kepada Benuanta, Jumat (11/9/2026).

Kalau dibandingkan dengan Juni tahun lalu, kondisi penghunian kamar hotel juga mengalami kenaikan. Pada Juni 2025, TPK gabungan tercatat sebesar 29,96 persen. Sedangkan Juni tahun ini sudah mencapai 34,86 persen.

Baca Juga :  Selundupkan Narkotika Jenis Etomidate ke Kaltara, Dua Selebgram Asal Tarakan Diamankan Polisi di Pelabuhan SDF

Artinya, dalam satu tahun terjadi kenaikan sebesar 4,91 poin. “Kalau dibandingkan dengan Juni 2025, juga naik. Kenaikannya sekitar 4,91 poin,” sebut Mustaqim.

Kenaikan paling terlihat pada hotel bintang. TPK hotel bintang pada Juni 2026 mencapai 59,21 persen. Angka tersebut naik cukup tinggi, yaitu 9,33 poin dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 49,88 persen. Dengan angka itu, lebih dari setengah kamar hotel bintang yang tersedia terisi pada Juni.
“Untuk hotel bintang, Juni ini sebesar 59,21 persen. Dibandingkan Mei, naik 9,33 poin,” jelasnya.

Sementara untuk hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, TPK pada Juni 2026 mencapai 30,95 persen. Angka tersebut juga mengalami kenaikan 3,80 poin dibandingkan Mei yang sebesar 27,15 persen.

Baca Juga :  Jatim Bidik Usaha Sarang Burung Walet, Pemprov Kaltara Siap Sambut Kerja Sama

“Hotel non-bintang dan akomodasi lainnya juga mengalami peningkatan. Dari 27,15 persen pada Mei menjadi 30,95 persen pada Juni,” kata Mustaqim.

Kalau melihat daerahnya, tingkat penghunian kamar hotel nonbintang dan akomodasi lainnya tidak sama. Ada daerah yang tingkat huniannya cukup tinggi, tetapi ada juga yang masih rendah. Kota Tarakan menjadi daerah dengan TPK tertinggi pada Juni 2026, yaitu sebesar 36,37 persen.

Setelah Tarakan, ada Kabupaten Nunukan dengan TPK sebesar 32,18 persen. Kemudian Malinau sebesar 28,02 persen dan Bulungan 26,62 persen. Sedangkan Kabupaten Tana Tidung menjadi daerah dengan tingkat penghunian paling rendah, yakni hanya 4,66 persen.

“Memang setiap daerah berbeda-beda. Tingkat penghunian ini juga berkaitan dengan aktivitas dan pergerakan tamu yang datang ke daerah tersebut,” ujar Mustaqim.

Kenaikan hunian hotel ini juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara di Kaltara. Pada Juni 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 152.956 perjalanan.

Baca Juga :  Inflasi Kaltara Terendah Nasional, Capai 2,17 Persen pada Agustus 2026

Jumlah naik 8,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kota Tarakan juga menjadi daerah dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara tertinggi sebagai tujuan perjalanan.

Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara justru mengalami penurunan. Pada Juni 2026, jumlah kunjungan wisman melalui pintu keimigrasian di Nunukan dan Tarakan tercatat sebanyak 1.672 kunjungan.

Secara kumulatif, dari Januari sampai Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kaltara sudah mencapai 9.670 kunjungan. Dari kondisi tersebut, meningkatnya perjalanan masyarakat dan wisatawan di Kaltara menjadi salah satu hal yang ikut terlihat dari naiknya penggunaan kamar hotel pada Juni 2026.

Meski belum semua kamar terisi, angka tersebut menunjukkan hotel di Kaltara pada Juni 2026 lebih banyak digunakan dibandingkan bulan sebelumnya.(*)

Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *