Bulungan Jadi Motor Kenaikan Produksi Padi Kaltara

Ekonomi55 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kenaikan produksi padi di Kalimantan Utara (Kaltara) pada 2025 tidak lepas dari kontribusi Kabupaten Bulungan. Dari beberapa daerah yang mengalami peningkatan produksi, Bulungan menjadi daerah dengan kenaikan paling besar.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, produksi padi Kaltara pada 2025 mencapai sekitar 38.083 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 7.958 ton atau 26,46 persen dibandingkan produksi pada 2024 yang berada di angka sekitar 30.125 ton GKG.

Baca Juga :  Jatim Bidik Usaha Sarang Burung Walet, Pemprov Kaltara Siap Sambut Kerja Sama

Dari kenaikan itu, Bulungan menjadi salah satu daerah yang paling banyak memberikan tambahan produksi. Produksi padi Bulungan meningkat sekitar 1.823 ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Kaltara, Mustaqim, mengatakan Bulungan bersama Nunukan dan Malinau masih menjadi daerah sentra produksi padi di Kaltara.

“Bulungan, Nunukan, dan Malinau tiga kabupaten/kota sentra produksi padi terbesar dibandingkan kabupaten/kota lainnya pada tahun 2025,” ujar Mustaqim kepada benuanta Kamis (10/9/2026).

Besarnya kontribusi Bulungan juga terlihat dari luas panen padi. Pada 2025, luas panen di Bulungan mencapai sekitar 5.146 hektare.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Dorong Potensi Walet dan Rumput Laut Tembus Pasar Global

Angka tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kaltara. Setelah Bulungan, terdapat Nunukan dengan luas panen sekitar 3.165 hektare dan Malinau sekitar 1.753 hektare.

Sementara daerah lainnya memiliki luas panen yang lebih kecil. Tana Tidung tercatat sekitar 136 hektare, sedangkan Tarakan hanya sekitar 10 hektare.

Kenaikan produksi padi Kaltara pada 2025 memang tidak hanya berasal dari Bulungan. Malinau juga mengalami kenaikan sekitar 240 ton, Tana Tidung sekitar 44 ton dan Tarakan sekitar 2 ton.

Baca Juga :  Investasi Rp11 Triliun Masuk Kaltara, Siapa Paling Diuntungkan?

Namun, ada juga daerah yang mengalami penurunan. Nunukan yang masih menjadi salah satu sentra padi Kaltara mengalami penurunan produksi.

Dengan kondisi tersebut, Bulungan menjadi daerah yang cukup penting dalam peningkatan produksi padi Kaltara pada 2025. Luas panen yang paling besar dan kenaikan produksi yang cukup tinggi membuat Bulungan masih menjadi salah satu penopang utama produksi padi di provinsi ini. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *