Jatim Bidik Usaha Sarang Burung Walet, Pemprov Kaltara Siap Sambut Kerja Sama

benuanta.co.id, TARAKAN – Sarang burung walet menjadi salah satu komoditas Kalimantan Utara (Kaltara) yang mulai dilirik Jawa Timur (Jatim). Potensi komoditas tersebut dinilai besar, terlebih peluang pasar ekspor kembali terbuka setelah sebelumnya menghadapi berbagai kendala.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa secara khusus menyoroti potensi sarang burung walet Kaltara dalam Misi Dagang Kaltara-Jatim yang digelar di Tarakan Plaza.

Menurut Khofifah, potensi walet di Kaltara cukup besar. Namun, diperlukan pendalaman lebih lanjut agar komoditas tersebut dapat dikembangkan dan masuk ke jaringan pasar yang lebih luas.
Khofifah kemudian menceritakan pengalaman Jawa Timur dalam membuka akses perdagangan sarang burung walet melalui Hong Kong.

Baca Juga :  Inflasi Kaltara Terendah Nasional, Capai 2,17 Persen pada Agustus 2026

Ia menyebut, sekitar tiga tahun lalu pengiriman sarang burung walet melalui Hong Kong menuju sejumlah negara seperti Korea, Jepang dan Tiongkok masih menghadapi kendala cukup besar. Namun, kondisi tersebut mulai berubah dalam dua bulan terakhir. Pengiriman sarang burung walet disebut kembali berjalan dalam jumlah yang cukup signifikan.

“Ini bukan hanya pasar bagi Jawa Timur, tetapi juga menjadi pasar yang sangat potensial bagi para petani sarang burung walet di Kalimantan Utara,” terangnya.

Menurutnya, peluang tersebut perlu ditindaklanjuti melalui konektivitas dan kerja sama antarpelaku usaha. Ia menegaskan misi dagang Kaltara-Jatim, tidak boleh berhenti pada transaksi yang berlangsung dalam satu kegiatan. Potensi komoditas lain juga harus terus dipetakan agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Investasi Rp11 Triliun Masuk Kaltara, Siapa Paling Diuntungkan?

Hal tersebut sejalan dengan komitmen kedua provinsi untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kerja sama perdagangan diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang sebelumnya menegaskan potensi usaha sarang burung walet di Kaltara menjadi salah satu komoditas yang ingin dikembangkan pemerintah daerah. Pemprov Kaltara membuka peluang fasilitasi, khususnya untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil produksi masyarakat.

Baca Juga :  Hapelnas 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Kedekatan dan Dengarkan Pelanggan

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang mengatakan, salah satu hal yang menjadi kendala yaitu keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah provinsi belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pelaku usaha secara mandiri.

“Kalau Pemprov ini punya anggaran banyak, kita akan bantu semua masyarakat,” tegasnya

Kendati demikian pihaknya tengah mengusahakan dan mengusulkan bantuan dari kementerian khususnya Kementerian Perdagangan dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKMi untuk memfasilitasi kebutuhan para pengusaha.

“InsyaAllah akan dibantu. Kita tinggal tunggu aja realisasinya,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *