DPRD Kaltara Dorong Potensi Walet dan Rumput Laut Tembus Pasar Global

Ekonomi93 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Nilai transaksi yang menembus lebih dari Rp2 triliun dalam Misi Dagang dan Investasi Kalimantan Utara (Kaltara)-Jawa Timur (Jatim) membuka peluang besar bagi produk daerah untuk naik kelas. Momentum tersebut dinilai tidak cukup hanya menghasilkan transaksi sesaat, tetapi harus diikuti dengan strategi memperluas pasar hingga ke tingkat internasional, khususnya bagi komoditas potensial seperti sarang burung walet dan rumput laut.

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., menilai capaian transaksi tersebut memperlihatkan besarnya gairah pelaku usaha lokal dalam mengembangkan perdagangan. Menurutnya, antusiasme tersebut harus menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk memperluas jaringan pemasaran Kaltara.

“Kita sudah bisa kelihatan dari semangatnya pengusaha-pengusaha lokal hingga menimbulkan transaksi yang di atas dua triliun. Ini satu hal yang luar biasa,” ungkapnya, Rabu (9/9/2026).

Ia melihat kegiatan tersebut bukan sekadar forum mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pengusaha Kaltara untuk memahami pola perdagangan yang telah diterapkan daerah lain. Karena itu, pemerintah provinsi didorong tidak berhenti setelah kerja sama dengan Jatim, melainkan aktif mencari mitra baru di berbagai daerah.

Baca Juga :  Kerja Sama Jatim-Kaltara Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor lewat Surabaya

“Saya berharap pemerintah provinsi juga akan melakukan kunjungan balasan atau ke provinsi-provinsi lain untuk memasarkan produk-produk kita yang ada di Kaltara ini,” katanya.

Menurut Djufrie, perluasan jaringan perdagangan menjadi penting karena Kaltara masih memiliki sejumlah keterbatasan dalam menjangkau pasar nasional maupun internasional. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat diatasi dengan memperbanyak kerja sama sekaligus belajar dari daerah yang telah lebih dahulu memiliki pengalaman dalam membangun pasar.

“Kalau memang kita kurang di Provinsi Kaltara, kita harus belajar ke provinsi yang lebih senior dan mempunyai kemampuan dalam hal transaksi-transaksi nasional maupun internasional,” tegasnya.

Salah satu sektor yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius adalah komoditas sarang burung walet. Kaltara disebut memiliki produksi walet yang cukup besar, namun potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi maksimal karena akses pemasarannya masih terbatas di dalam daerah.

Baca Juga :  Jatim Bidik Usaha Sarang Burung Walet, Pemprov Kaltara Siap Sambut Kerja Sama

“Salah satunya burung walet dan rumput laut. Sarang burung walet itu kita banyak. Cuma pasar kita ke luar negeri itu tidak punya. Kita cuma main di lokal saja,” bebernya.

Keterbatasan pasar tersebut dinilai membuat peluang peningkatan nilai jual belum optimal. Padahal, sarang burung walet memiliki pasar internasional yang potensial dan dapat memberikan keuntungan lebih besar apabila produk Kaltara mampu masuk secara langsung ke negara tujuan.

“Harusnya kita juga menembus ke pasar luar negeri di Hong Kong, Tiongkok maupun di Thailand sehingga harganya bisa naik,” ujarnya.

Selain walet, rumput laut juga masuk dalam komoditas yang didorong untuk memperoleh pasar lebih luas. Djufrie menilai kedua komoditas tersebut perlu mendapat dukungan dari pemerintah, terutama dalam membuka akses perdagangan dan mencari informasi mengenai kebutuhan pasar luar negeri.

“Saya menyarankan agar potensi seperti sarang burung walet dan rumput laut bisa lebih dipasarkan,” sarannya.

Baca Juga :  Investasi Rp11 Triliun Masuk Kaltara, Siapa Paling Diuntungkan?

Menurutnya, penguatan akses pasar tidak hanya berdampak terhadap pelaku usaha, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi daerah. Ketika produk lokal mampu menembus pasar di luar Kaltara, posisi tawar komoditas daerah dapat semakin kuat.

“Kita harus bisa mencari pasar yang lebih luas supaya produk-produk lokal kita tidak hanya berputar di pasar sendiri,” jelasnya.

Di sisi lain, DPRD Kaltara memastikan dukungan terhadap langkah Pemprov Kaltara dalam memperluas kerja sama perdagangan dan investasi. Dukungan tersebut terutama diarahkan pada upaya memperkuat pertukaran informasi mengenai peluang perdagangan antardaerah maupun akses terhadap pasar internasional.

“Kami dukung, DPRD Kaltara mendukung kebijakan yang sudah diambil pemerintah provinsi, terutama dengan tukar informasi tentang dagang antara kedua provinsi maupun tentang informasi dari luar negeri untuk kemajuan produk-produk lokal yang ada di tempat kita,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *