Sudan ingin Kembali Kirim Personel Militer Belajar di Indonesia

Politik39 views
Jakarta – Pemerintah Sudan menyampaikan keinginan untuk kembali mengirim personel militernya mengikuti pendidikan di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kerja sama pertahanan kedua negara.

Keinginan tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Pertahanan Sudan Letjen Hassan Daoud Kabroun Kayan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kedua menteri membahas sejumlah peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Dalam pertemuan kedua Menteri Pertahanan tadi, berbicara tentang peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara, khususnya di bidang pertahanan,” kata Rico seusai pertemuan.

Baca Juga :  Rahmawati Pertanyakan Lahan Belum Clear and Clean di Kawasan KIPI

Menurut dia, pembicaraan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel dan kadet, serta pengembangan kerja sama antarlembaga pendidikan pertahanan.

“Sudan antara lain menyampaikan keinginan untuk membuka kembali kesempatan bagi personelnya mengikuti pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Hassan mengatakan kunjungannya ke Indonesia bertujuan memperkuat kerja sama kedua negara, khususnya di bidang pertahanan.

“Kehadiran kami sebagai Menteri Pertahanan Republik Sudan ke Indonesia bertemu dengan Menhan RI adalah untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang, dan terkhususnya di bidang pertahanan,” kata Hassan melalui penerjemah.

Baca Juga :  Rahmawati Bawa Produk UMKM Kaltara Masuk Etalase Sarinah

Ia mengatakan hubungan persahabatan Indonesia dan Sudan telah terjalin lama sehingga masih terbuka peluang untuk membangun berbagai program strategis bersama.

Menurut Hassan, kedekatan kedua negara juga ditopang sejumlah kesamaan serta hubungan antarmasyarakat.

Sudan, kata dia, selama ini juga memberikan kesempatan kepada warga Indonesia untuk menempuh pendidikan di International University of Africa di Sudan.

Hassan berharap penguatan kerja sama bilateral dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.

Baca Juga :  Rahmawati Pertanyakan Lahan Belum Clear and Clean di Kawasan KIPI

Ia juga mengatakan Sudan ingin mempelajari berbagai pengalaman dan kemampuan yang dimiliki Indonesia untuk diterapkan sesuai kebutuhan negaranya.

Pertemuan kedua menteri berlangsung dalam suasana hangat sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan hubungan persahabatan Indonesia-Sudan yang telah terjalin sejak pembukaan hubungan diplomatik pada 1960.

Sebelumnya, Sjafrie menerima kunjungan Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali pada 21 April 2026. Pertemuan tersebut antara lain membahas peluang kerja sama pertahanan, teknologi militer, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sumber : antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *