benuanta.co.id, BULUNGAN – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kalimantan Utara (Kaltara) dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian pemerintah provinsi (Pemprov). Kondisi tersebut membuat Pemprov Kaltara terus berkomunikasi dengan Pertamina untuk mencari solusi terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Selain meminta tambahan kuota BBM, Pemprov Kaltara juga menyiapkan rencana pembangunan kapasitas penyimpanan (storage) BBM di daerah. Fasilitas ditargetkan mulai dibangun pada 2027.
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, terutama Pertamina, untuk meminta tambahan kuota BBM di Kaltara.
“Kita selalu koordinasi dengan pusat, terutama ke pihak Pertamina, untuk bisa menambah kuota. Menambah kuota di Kalimantan Utara,” kata Zainal saat diwawancarai, Kamis (10/9/2026).
Menurut Zainal, antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU memang cukup panjang. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan kondisi BBM di lapangan.
“Beberapa hari ini memang kita monitor di lapangan begitu panjang antrean di SPBU. Nah, nanti kita sedang melaksanakan komunikasi ke Pertamina untuk dapat diberikan tambahan kuota BBM,” ujarnya.
Kondisi antrean di Kaltara, pemerintah daerah tetap berupaya agar distribusi BBM di Kaltara bisa berjalan lancar. Salah satu persoalan yang disebut masih menjadi kendala adalah belum adanya storage BBM di Kaltara.
Zainal menjelaskan, selama ini pasokan BBM untuk Kaltara masih berasal dari Berau. Kondisi itu membuat Kaltara masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Karena sampai saat ini kita masih menerima dari Berau. Kita belum punya storage BBM di Kaltara,” jelasnya.
Untuk mengurangi ketergantungan, Pemprov Kaltara telah berupaya menyiapkan pembangunan storage BBM dengan menggandeng pihak vendor.
Menurut Zainal, jika storage BBM sudah tersedia di Kaltara, kebutuhan BBM daerah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan dari Berau.
“Kita sudah berupaya untuk membangun storage di Kalimantan Utara menggandeng vendor, tentunya, untuk membangun storage BBM di Kaltara,” katanya.
Ia menyebut pembangunan storage tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Saat ini, investor untuk pembangunan fasilitas tersebut disebut sudah tersedia, begitu juga dengan lokasi yang akan digunakan.
“Insyaallah di tahun 2027 kita sudah mulai kegiatannya. Karena investor sudah ada dan lokasi juga sudah kita siapkan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







