Masuki Periode Cuaca Panas, BPBD Tarakan Siapkan Mitigasi Karhutla di Dua Kecamatan

benuanta.co.id, TARAKAN – Memasuki periode cuaca panas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan memusatkan upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Amal dan Juata yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tertinggi.

Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep, mengatakan langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal Juni 2026 menyusul mulai terjadinya kondisi cuaca serupa di sejumlah wilayah Kalimantan Utara, seperti Kabupaten Malinau dan Tanjung Selor.

“Seperti yang saya sampaikan dari awal bulan Juni, kita sudah mengantisipasi untuk menghadapi kemarau ini. Kesiapan kita sudah siap,” ujarnya, Selasa (4/8).

Baca Juga :  BMKG Prediksi Cuaca Tarakan Sepekan 'Menyala' Siang Hari Hujan Dini Hari

Salah satu langkah yang dilakukan yakni membangun kolam penampungan air di kawasan RT 8 Amal melalui gotong royong bersama masyarakat. Lokasi tersebut dipilih karena kerap menjadi titik kebakaran. Selain itu kolam ini juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat saat cuaca kering berkepanjangan.

Di wilayah Juata, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memastikan ketersediaan air apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Kendati demikian, Yonsep mengakui ketersediaan bahan baku air tetap menjadi tantangan. Oleh karena itu, ia berharap sinergi dari semua pihak untuk membantu.

Baca Juga :  Dari Garut ke Tarakan, Pedagang Bendera Musiman Andalkan Momen HUT RI untuk Cari Rezeki

“PDAM sudah siap membantu distribusi berkaitan dengan bahan baku air. Tapi kalau kemarau, terkadang juga kesulitan dengan bahan baku,” jelasnya.

Menurutnya, prioritas penanganan difokuskan di kawasan Amal, Juata Kerikil, Juata Laut, dan Juata Permai. Penetapan wilayah tersebut didasarkan pada tingkat risiko kebakaran yang cukup tinggi. Ia mencontohkan salah satu kejadian kebakaran sebelumnya menghanguskan lahan sekitar 15 hektare akibat kondisi lahan terbuka yang dipenuhi rumput kering.

Baca Juga :  Kebutuhan Internet Melonjak, Akademisi Dorong Pemerintah Siapkan Infrastruktur

“Karena itu juga lahan terbuka, rumputnya tebal, sehingga sudah kita mitigasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

BPBD memperkirakan cuaca panas masih akan berlangsung hingga September 2026. Meski memiliki keterbatasan sarana, Yonsep memastikan personel, termasuk relawan telah disiagakan untuk menghadapi potensi karhutla. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *