BMKG Prediksi Curah Hujan Tarakan Minim Sepekan ke Depan

Tarakan3 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan memprakirakan curah hujan di Kota Tarakan relatif rendah selama sepekan ke depan. Kondisi cuaca yang didominasi cerah hingga cerah berawan pada pagi sampai malam hari tersebut turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi pada Rabu (16/9/2026).

 

Forecaster On Duty BMKG Tarakan, M. Hatta Rachim, mengungkapkan kondisi cuaca Kota Tarakan secara umum diprakirakan cerah hingga cerah berawan pada pagi sampai malam hari selama sepekan ke depan. Namun, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terpantau terjadi pada dini hari hingga pagi hari, khususnya pada 16 September 2026.

“Secara umum kondisi cuaca Kota Tarakan dalam seminggu ke depan diprakirakan cerah hingga cerah berawan pada pagi hingga malam hari, terpantau ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada dini hari hingga pagi hari di tanggal 16 September esok hari,” ungkapnya, Selasa (15/9/2026).

Dominasi cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi sampai malam hari turut memengaruhi kondisi suhu udara di Kota Tarakan. Suhu udara rata-rata harian diprakirakan berkisar 28–30 derajat Celsius, dengan suhu minimum 24–26 derajat Celsius dan suhu maksimum 31–33 derajat Celsius.

“Suhu udara rata-rata harian berkisar 28–30 derajat Celsius dengan suhu udara minimum 24–26 derajat Celsius dan suhu udara maksimum 31–33 derajat Celsius,” jelasnya.

Baca Juga :  Belum Ada Indikasi Tindak Pidana Karhutla di Tarakan

Selain suhu udara, kelembapan dan arah angin juga menjadi bagian dari kondisi cuaca yang dipantau BMKG Tarakan. Kelembapan udara rata-rata harian diprakirakan berkisar 60–90 persen, sedangkan angin dominan berembus dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan rata-rata harian 5–10 knot.

“Kelembapan udara rata-rata harian berkisar 60–90 persen dengan arah angin dominan berembus dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan rata-rata harian 5–10 knot,” katanya.

Di tengah kondisi cuaca tersebut, kualitas udara Kota Tarakan pada Selasa (15/9/2026) terpantau berada pada kategori sedang. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tercatat berkisar 50–55 mikrogram per meter kubik. Meski masih dalam kategori sedang, kondisi ini perlu terus dipantau seiring meningkatnya titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Utara.

“Kualitas udara di Kota Tarakan pada hari ini terpantau pada kategori sedang, dengan konsentrasi partikulat PM2.5 berkisar antara 50–55 µg/m³,” bebernya.

Berdasarkan pantauan citra satelit dalam 24 jam terakhir, jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Utara kembali meningkat. Total titik panas yang terpantau mencapai lebih dari 200 titik, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau.

“Harus diwaspadai apabila jumlah titik panas atau hotspot meningkat di wilayah Kalimantan Utara, karena hal ini bisa menyebabkan peningkatan jumlah konsentrasi partikulat PM2.5 yang menyebabkan kondisi kualitas udara di Kota Tarakan menjadi tidak sehat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Batu Bara Masih Menyala, Takutkan Api Menjalar ke Titik Baru

Peningkatan titik panas tersebut juga berpotensi memengaruhi jarak pandang di Kota Tarakan akibat kiriman kabut asap dari wilayah luar kota. Saat ini, arah angin dominan yang tercatat berembus dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan rata-rata 3–5 knot. Kondisi tersebut mengindikasikan jarak pandang di Kota Tarakan menurun hingga sekitar 2.000 meter.

“Arah angin dominan yang tercatat di Kota Tarakan dominan dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan rata-rata 3–5 knot. Hal inilah yang mengindikasikan visibility atau jarak pandang di Kota Tarakan turun hingga 2.000 meter dikarenakan kiriman kabut asap dari wilayah luar Kota Tarakan,” tambahnya.

Sehubungan dengan potensi curah hujan yang relatif rendah selama sepekan ke depan dan kondisi cuaca siang hari yang dominan cerah, BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas dan potensi karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah.

“Dikarenakan potensi curah hujan dalam seminggu ke depan cukup kurang dan cuaca pada siang hari dominan cerah, BMKG mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas serta potensi kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan mudah terbakar, seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering. Pencegahan pembakaran secara sembarangan diperlukan untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan kualitas udara.

Baca Juga :  Rawan Kecelakaan, PJU di Jalan Sudirman Tarakan Ditambah

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering,” imbaunya.

Selain kewaspadaan terhadap karhutla dan kabut asap, masyarakat juga diimbau melindungi diri dari paparan sinar matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh. Penggunaan pelindung atau tabir surya disarankan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, untuk mengurangi risiko dehidrasi dan kelelahan.

“Masyarakat diimbau untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna mengurangi paparan langsung sinar matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan,” terangnya.

BMKG Tarakan juga meminta masyarakat terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi. Informasi tersebut dapat diakses melalui laman www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg dan @bmkgtarakan.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg @bmkgtarakan, serta melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *