Bulungan Paling Terdampak Karhutla, Armada Pemadam Perlu Disiagakan di Desa-desa Rawan

Bulungan4 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kabupaten Bulungan menjadi salah satu wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara) yang masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mulai memikirkan penambahan sarana pemadam kebakaran. Hal ini dilakukan supaya ketika terjadi kebakaran, petugas bisa lebih cepat melakukan penanganan.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, satu unit mobil pemadam kebakaran sudah disiapkan melalui APBD Perubahan 2026.

Mobil itu nantinya digunakan untuk mengganti armada lama sekaligus menambah jumlah kendaraan pemadam yang dimiliki Satpol PP dan PMK Bulungan.

Baca Juga :  Warga Bulungan Bingung Desil Berubah, Dinsos Sebut Banyak Data Digabung

“Untuk tahun ini kita sudah masukkan satu unit mobil pemadam di APBD Perubahan. Selain untuk mengganti armada yang sudah perlu diperbarui, kita juga ingin menambah kekuatan armada yang ada,” kata Syarwani, Selasa (15/9/2026).

Menurut dia, tambahan kendaraan diperlukan karena wilayah Bulungan cukup luas. Saat ada kebakaran, petugas harus bisa secepat mungkin menuju lokasi.

Tidak hanya menambah armada di tingkat kabupaten, Pemkab Bulungan juga melihat kebutuhan kendaraan pemadam di wilayah desa yang rawan terjadi kebakaran.

Baca Juga :  Heboh, Pria 60 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Gerobak Jualan

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah desa-desa yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

“Memang ada beberapa wilayah yang cukup rawan, salah satunya desa-desa di Tanjung Palas Timur. Jadi kita melihat juga kebutuhan armada yang lebih kecil untuk bisa digunakan di sana,” ujarnya.

Syarwani menyebut, kendaraan dengan ukuran lebih kecil bisa menjadi pilihan untuk ditempatkan di desa. Dengan begitu, penanganan awal bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus selalu menunggu armada dari Tanjung Selor.

Baca Juga :  Pria 60 Tahun Ditemukan Meninggal di Gerobak Jualan Pujasera Tanjung Selor

“Kita pertimbangkan nanti apakah bisa dibantu armada kecil yang bisa dikelola oleh pemerintah desa. Jadi kalau ada kejadian, mereka bisa langsung melakukan penanganan awal,” katanya.

Menurutnya, penanganan awal menjadi hal penting dalam menghadapi kebakaran. Sebab, api yang tidak segera ditangani bisa semakin besar dan menyebar ke wilayah lain.

Karena itu, pemerintah tidak hanya melihat kebutuhan armada pemadam di tingkat kabupaten. Dukungan untuk desa juga mulai menjadi pertimbangan, terutama untuk wilayah yang memang sering menghadapi kebakaran. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *