Kerumunan Warga saat Kebakaran Halangi Armada Akses Lokasi Kejadian

Tarakan4 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan mengimbau masyarakat tidak menjadikan lokasi kebakaran sebagai tontonan dan tidak memarkir kendaraan di jalur akses menuju titik api. Imbauan itu disampaikan setelah armada pemadam sempat mengalami hambatan saat menangani kebakaran di kawasan eks sawmill Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kamis (17/9/2026).

Meski laporan kebakaran diterima pukul 14.35 Wita dan unit pertama tiba di lokasi pada pukul 14.40 Wita, kendaraan suplai air berikutnya kesulitan masuk karena jalan dipenuhi sepeda motor warga yang datang menyaksikan kejadian.

Kabid Pemadam Kebakaran Tarakan, Eko Supriyatnoko, mengatakan menit-menit pertama merupakan fase paling krusial dalam penanganan kebakaran. Semakin cepat armada mencapai lokasi, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas.

Baca Juga :  Titik Hotspot Berkurang, Asap Kiriman Justru Selimuti Tarakan

“Api itu punya kurva. Awalnya datar, kalau sudah mencapai titik kulminasinya dia akan boom. Jadi kecepatan awal pengendalian api itu menjadi kunci,” ujarnya.

Namun di lapangan, kata Eko, kendaraan masyarakat justru menjadi kendala terbesar bagi armada suplai yang harus masuk ke area kebakaran.

“Begitu supply mau masuk belakang, itu sudah penuh. Motor yang parkir itu yang menyulitkan sekali supply untuk masuk,” terangnya.
Ia menjelaskan, masyarakat yang berkumpul sebenarnya masih dapat diarahkan menjauh. Akan tetapi, kendaraan yang ditinggalkan di sepanjang sisi jalan membuat mobil pemadam, terutama kendaraan suplai berukuran besar, kesulitan bermanuver.

“Kalau orang masih mudah kita suruh minggir. Yang bikin repot itu motor yang sudah diparkir di kiri-kanan jalan,” tambahnya.

Baca Juga :  2.626 Kendaraan Terjaring P2KB di Tarakan, 80 Roda Empat Teridentifikasi Berpelat Luar Daerah

Dirinya menegaskan akses menuju lokasi sempat terhambat oleh kepadatan kendaraan. Menurutnya, kondisi jalan sebenarnya masih memungkinkan dilalui armada apabila akses tidak tertutup parkir warga.

“Kita masuk sudah dihadapkan dengan padatnya kendaraan yang menghalangi kita masuk. Parkir kiri-kanan penuh,” katanya.

Ia mengapresiasi warga yang ikut membantu proses pemadaman, termasuk mereka yang membantu membuka jalan bagi armada. Namun, ia juga menyayangkan masih adanya masyarakat yang memilih merekam atau melakukan siaran langsung di media sosial dibanding membantu memperlancar akses petugas.

Dalam operasi tersebut, PMK Tarakan menerapkan sistem suplai air berantai atau estafet agar mobil pemadam di garis depan tidak kehabisan pasokan. Kendaraan tangki berkapasitas besar, termasuk armada 10 ton, terpaksa disiagakan di luar lokasi karena tidak dapat masuk ke area kebakaran.

Baca Juga :  Diduga Bunuh Diri, Satu Tahanan di Rutan Polsek Tarakan Barat Meninggal Dunia

Selain persoalan akses, petugas juga menghadapi kondisi air laut yang sedang surut sehingga pompa portable tidak dapat menyedot air dari sumber terdekat. Dukungan dari PDAM, Pertamina, TNI, Polri, PMI, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta kelompok peduli kebakaran (Poklakhar) menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan air selama proses pemadaman.

Eko berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar memahami bahwa ruang gerak armada pemadam merupakan bagian penting dalam penyelamatan.

“Silakan kalau memang mau membantu, bantu kami membuka akses. Jangan sampai kendaraan yang diparkir justru menghambat armada masuk. Respon cepat itu yang menentukan apakah api bisa segera dilokalisir atau tidak,” tegasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *