benuanta.co.id, TARAKAN – Kepolisian Resor (Polres) Tarakan masih mendalami penyebab kematian SRS (42) yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Tarakan Barat, Rabu (16/9/2026) pagi. Diketahui, SRS merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Tarakan.
Sejumlah langkah penyelidikan dilakukan, mulai dari memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), meminta keterangan dua tahanan satu sel, hingga berkoordinasi dengan pihak medis dan forensik.
SRS diketahui baru tiga hari menjalani masa penahanan setelah masuk ke Rutan Polsek Tarakan Barat pada Ahad (13/9/2026). Ia sebelumnya ditahan terkait perkara penganiayaan yang dilaporkan pada Sabtu (12/9/2026).
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Rusli menjelaskan, rekaman CCTV menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Kalau dari CCTV terlihat SRS masuk ke kamar mandi. Perkiraan waktunya sekitar subuh sampai pagi, antara pukul 06.00 sampai 07.00 WITA. Rekaman itu kami periksa untuk melihat aktivitasnya sebelum kejadian,” ujarnya.
Selain CCTV, polisi juga meminta keterangan dua tahanan yang berada dalam satu sel dengan korban. Keterangan keduanya dinilai penting untuk mencocokkan kronologi terakhir sebelum SRS masuk ke kamar mandi.
“Dua tahanan yang berada dalam sel juga kami periksa. Keterangan mereka penting untuk mengetahui kapan terakhir SRS terlihat dan apa yang terjadi sebelum dia masuk ke kamar mandi. Semua itu kami cocokkan dengan rekaman CCTV,” terangnya.
Rusli menerangkan, korban pertama kali ditemukan oleh salah satu rekan satu sel yang melihat SRS tergeletak di area kamar mandi. Tahanan tersebut kemudian meminta bantuan kepada penghuni sel lainnya sebelum melapor kepada petugas jaga.
Petugas Polsek Tarakan Barat langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Namun, berdasarkan pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sebuah sarung yang berada di bagian atas bekas pintu kamar mandi. Temuan itu menjadi salah satu petunjuk yang kini masih didalami penyidik.
“Di lokasi ditemukan sarung di bagian atas bekas pintu kamar mandi. Dugaan sementara mengarah ke percobaan bunuh diri. Tapi kami tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena penyebab kematian harus dipastikan dari hasil pemeriksaan medis dan forensik,” jelasnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian SRS. Pemeriksaan terhadap pihak keluarga serta hasil medis dan forensik akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.
“Penyebab pastinya belum bisa kami sampaikan sebagai kesimpulan. Dugaan sementara memang mengarah ke percobaan bunuh diri, tetapi hasil pemeriksaan medis dan forensik tetap menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematiannya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







