Sasar 30.267 KK di Tarakan, Distribusi Bantuan Pangan Bulog Baru Sentuh 42 Persen

Tarakan6 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Perum Bulog Cabang Tarakan berpacu dengan waktu menuntaskan penyaluran bantuan pangan tahap kedua tahun 2026 kepada 30.267 Kepala Keluarga (KK) di Kota Tarakan. Hingga pertengahan September, bantuan yang mencakup alokasi Juli, Agustus, dan September itu baru diterima sekitar 42 persen penerima, sementara batas penyaluran ditetapkan hingga 30 September 2026.

Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin, menjelaskan penyaluran dimulai setelah peluncuran di Kelurahan Karang Anyar Pantai pada 28 Agustus lalu. Setelah itu distribusi dilakukan secara paralel di sejumlah kelurahan.

Baca Juga :  Batu Bara Masih Menyala, Takutkan Api Menjalar ke Titik Baru

Sebanyak 30.267 KK menerima bantuan berupa 30 kilogram beras, yang merupakan akumulasi tiga bulan dengan alokasi 10 kilogram per bulan. Berbeda dengan periode sebelumnya, kali ini bantuan hanya berupa beras tanpa minyak goreng.

“Untuk periode ini hanya mendapatkan beras. Terkait minyak, kebijakannya memang dari pusat. Bulog hanya operator pelaksana,” ujarnya, Senin (14/9/2026).

Baca Juga :  BMKG Prediksi Curah Hujan Tarakan Minim Sepekan ke Depan

Dari sisi distribusi, Bulog mencatat pengiriman ke tingkat kelurahan telah mencapai 62 persen, sedangkan penyerahan langsung kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) baru sekitar 42 persen.

Zamahsyari mengatakan pihaknya sengaja memprioritaskan wilayah dengan jumlah penerima terbesar dan lokasi terjauh agar distribusi lebih efektif. Kelurahan Karang Anyar Pantai menjadi lokasi peluncuran karena memiliki jumlah penerima bantuan terbanyak.

“Kami akan kejar sampai tanggal 30 September sesuai tenggat waktu yang diberikan pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  Rawan Kecelakaan, PJU di Jalan Sudirman Tarakan Ditambah

Penyaluran dilakukan di masing-masing kantor kelurahan, kecuali Kelurahan Sebengkok yang dipusatkan di kantor Bulog karena lokasinya berdekatan serta mempertimbangkan jumlah petugas yang tersedia.

Kendati jumlah penerima turun sekitar 100 KK dibanding periode sebelumnya, Zamahsyari menilai penurunannya tidak signifikan. Menurutnya, perubahan tersebut terjadi akibat pembaruan data penerima dari pemerintah pusat, bukan karena kebijakan Bulog. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *