Disdikbud Kaltara Tingkatkan Kompetensi Guru SMK lewat Workshop Blendes Learning

Disdikbud7 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Perkembangan teknologi informasi mendorong dunia pendidikan untuk terus menyesuaikan metode pembelajaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara melalui pelaksanaan Workshop Blended Learning: Pengembangan Konten Digital Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Selain itu, pengembangan konten digital juga diarahkan agar mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran yang inklusif serta dapat diakses oleh seluruh peserta didik.

Plt. Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si., mengatakan pengembangan konten digital menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran di tengah perkembangan teknologi informasi.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Perkuat Kompetensi Guru lewat Workshop Konten Digital

“Melalui workshop ini, kami berupaya meningkatkan kompetensi guru SMK dalam merancang media pembelajaran yang inovatif, interaktif, inklusif, dan aksesibel sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ungkapnya, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital diharapkan dapat mendorong terciptanya proses belajar mengajar yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Guru diharapkan dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk menghasilkan konten pembelajaran yang menarik, interaktif, serta mampu mendukung kebutuhan peserta didik dengan beragam karakteristik,” katanya.

Workshop tersebut melibatkan 79 peserta dari satuan pendidikan SMK di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau. Untuk Kabupaten Nunukan, jumlah peserta sebanyak 40 guru, terdiri atas 26 peserta dari SMK Negeri 1 Nunukan, masing-masing satu peserta dari SMK Negeri 1 Sebatik Barat dan SMK Negeri 1 Tulin Onsoi, serta 12 peserta dari SMKS Kesehatan Putra Borneo Nunukan.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Perluas LSP-P1, Perkuat Sertifikasi Kompetensi Lulusan SMK

Sementara itu, Kabupaten Malinau mengikutsertakan 39 peserta. Rinciannya, 11 peserta berasal dari SMK Negeri 1 Malinau, 17 peserta dari SMK Negeri 2 Malinau, dan 11 peserta dari SMK SPP Negeri Malinau.

“Pelibatan guru dari berbagai satuan pendidikan diharapkan dapat memperluas penerapan dan pemanfaatan konten digital dalam pembelajaran di jenjang SMK,” terangnya.

Berdasarkan surat Disdikbud Kaltara Nomor 400.3/181/DISDIKBUD-TIKP/KU/IX/2026 tertanggal 9 September 2026, rangkaian workshop dilaksanakan secara tatap muka di dua kabupaten.

Baca Juga :  7 Pilar Perkuat Pendidikan Inklusi di Kaltara

Pelaksanaan pertama dijadwalkan pada Kamis, 17 September 2026, di SMK Negeri 1 Nunukan, Kabupaten Nunukan. Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.30 WITA hingga selesai.

Selanjutnya, workshop di Kabupaten Malinau dijadwalkan pada Selasa, 22 September 2026, bertempat di SMK Negeri 2 Malinau. Kegiatan juga dimulai pukul 08.30 WITA hingga selesai.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong kreativitas guru sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi yang inklusif dan mudah diakses,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *