benuanta.co.id, TARAKAN – Efisiensi anggaran membuat sejumlah program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) harus dipangkas pada 2026. Tidak hanya pembangunan, sejumlah kegiatan pendukung seperti workshop dan rapat koordinasi bersama kepala sekolah juga terpaksa ditiadakan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, mengatakan efisiensi membuat pihaknya harus memprioritaskan program yang berkaitan langsung dengan agenda pendidikan nasional dan kegiatan siswa.
“Banyak yang terpangkas. Artinya biasa kami melaksanakan workshop, rakor sama kepala sekolah apa segala macam, tidak bisa terlaksana lagi,” ujarnya.
Program yang masih menjadi prioritas tahun ini antara lain persiapan Asesmen Nasional, Tes Kemampuan Akademik (TKA), Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), serta berbagai kompetisi siswa seperti Olimpiade Sains, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).
Dirinya mengatakan pelaksanaan program tersebut juga menyesuaikan dengan jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat. Oleh karena itu, anggarann hanya tersedia untuk program-program yang menjadi priorotas.
Keterbatasan anggaran juga membuat pola koordinasi dengan sekolah harus diubah. Jika sebelumnya rapat koordinasi dapat dilakukan secara langsung, kini pertemuan lebih banyak dilakukan secara daring untuk menghemat biaya.
“Untuk rakor kami secara Zoom. Untuk koordinasi dengan kepala sekolah, kita laksanakan secara Zoom semua,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu dipahami karena besarnya anggaran pendidikan tidak seluruhnya dapat digunakan untuk membiayai program. Sebagian besar anggaran terserap untuk kebutuhan gaji guru dan belanja rutin lainnya.
“Memang betul kedengarannya anggaran kami besar, tapi perlu dipahami bahwa anggaran yang besar itu untuk gaji, untuk gaji guru dan sebagainya,” ungkapnya.
Efisiensi tersebut pada akhirnya membuat Disdikbud harus menyusun ulang skala prioritas. Program yang dianggap wajib dan berkaitan langsung dengan agenda nasional tetap berjalan, sementara sejumlah kegiatan pendukung harus dikurangi.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Disdikbud Kaltara karena kebutuhan sekolah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ujian maupun kompetisi siswa, tetapi juga membutuhkan koordinasi, peningkatan kapasitas dan pembinaan secara berkelanjutan.
Hasanuddin berharap keterbatasan anggaran tersebut tidak berlangsung lama sehingga program pendidikan yang saat ini dipangkas dapat kembali dilaksanakan secara optimal. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina






