benuanta.co.id, TARAKAN – Pelatihan Literasi AI bertajuk AI Ready ASEAN digelar bagi guru dan peserta didik jenjang SMA, SMK, dan sederajat di seluruh Kalimantan Utara, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman serta kesiapan dunia pendidikan dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si., menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai satuan pendidikan di Kalimantan Utara, baik jenjang SMA, SMK, maupun sederajat.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini,” ungkapnya.
Hasanuddin menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kapasitas guru dan peserta didik di Kaltara. Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengetahuan serta keterampilan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, kami menyampaikan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta pelatihan,” sebutnya.
Hasanuddin juga menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelatihan, mulai dari AI Ready ASEAN, ASEAN Foundation, Ruangguru hingga Google.org. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting karena pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi teknologi.
“Kami sadar bahwa kami tidak bisa jalan sendiri. Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih untuk berkenannya memberi informasi, memberi pengetahuan kepada peserta didik kami di Kalimantan Utara,” katanya.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini karena AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses pendidikan.
“AI bukan lagi sesuatu yang hanya kita dengar dalam berita atau kita lihat dalam film. AI telah hadir dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Menurutnya, perkembangan AI dapat memberikan berbagai manfaat bagi tenaga pendidik. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu guru mencari dan mengembangkan bahan pembelajaran, menyusun ide pembelajaran yang lebih kreatif, melakukan analisis hingga mendukung pekerjaan administratif.
“Dalam dunia pendidikan, AI dapat membantu guru dalam mencari dan mengembangkan bahan pembelajaran, menyusun ide pembelajaran yang lebih kreatif, melakukan analisis, serta mendukung berbagai pekerjaan administratif,” jelasnya.
Sementara bagi peserta didik, AI dinilai dapat menjadi sarana untuk memperluas proses belajar dan mengeksplorasi pengetahuan. Selain membantu menemukan berbagai sumber informasi, pemanfaatan AI juga dapat mendorong kreativitas peserta didik apabila digunakan secara tepat.
“Bagi peserta didik, AI juga dapat menjadi sarana untuk belajar, mengeksplorasi pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan menemukan berbagai sumber informasi,” bebernya.
Namun, Hasanuddin mengingatkan literasi AI tidak sebatas kemampuan mengoperasikan aplikasi atau memberikan perintah kepada teknologi berbasis AI. Menurutnya, pemahaman yang lebih menyeluruh diperlukan agar teknologi tersebut tidak digunakan secara sembarangan.
“Literasi AI bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi atau memberikan perintah kepada sebuah aplikasi AI,” tegasnya.
Ia menambahkan, literasi AI juga mencakup kemampuan memahami cara kerja teknologi, mengetahui manfaat dan kekurangannya, serta memeriksa kembali kebenaran informasi yang dihasilkan AI. Selain itu, aspek etika dan tanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam penggunaannya.
“Literasi AI juga berarti memahami bagaimana teknologi tersebut bekerja, mengetahui manfaat dan kekurangannya, mampu memeriksa kebenaran informasi yang dihasilkan, menjaga etika dalam penggunaannya, serta memiliki kesadaran untuk menggunakan AI secara bertanggung jawab,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam menggunakan AI, tetapi juga membentuk pola penggunaan teknologi yang lebih bijaksana.
“Saya berharap pelatihan ini tidak hanya membuat kita menjadi lebih mampu menggunakan AI, tetapi juga menjadi lebih bijak dalam menggunakan AI,” tuturnya.
Ia menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempersiapkan dunia pendidikan Kaltara agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Menurutnya, sekolah dan seluruh unsur pendidikan perlu membangun budaya belajar yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan sikap kritis dan tanggung jawab.
“Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk membangun budaya belajar yang lebih inovatif, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab,” ajaknya.
Hasanuddin juga berharap ilmu yang diperoleh para guru selama pelatihan tidak berhenti pada peserta masing-masing. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada rekan sejawat dan diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, ilmu dan pengalaman yang diperoleh tidak berhenti pada masing-masing peserta para guru, dapat membagikan pengetahuan kepada rekan-rekan sejawat dan menerapkan dalam pembelajaran,” harapnya.
Sementara kepada peserta didik, ia mendorong agar AI digunakan dengan kecerdasan, sikap kritis, kreativitas dan etika. Dengan demikian, generasi muda Kaltara tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
“Para peserta didik dapat menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, kreatif, dan beretika,” lanjutnya.
Pelatihan AI Ready ASEAN sendiri terbuka bagi siswa dan guru di seluruh sekolah di Kalimantan Utara dengan sejumlah persyaratan, yakni berasal dari satuan pendidikan di Kaltara, bersedia mengikuti pelatihan hingga selesai, serta memiliki ketertarikan terhadap pengetahuan tentang AI.
“Peserta mendapatkan akses materi pelatihan AI secara gratis, sertifikat bertaraf internasional, serta kesempatan mengembangkan jejaring,” bebernya
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi AI Ready ASEAN, ASEAN Foundation, Ruangguru dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui unsur pendidikan, dengan dukungan Google.org. Kolaborasi lintas pihak itu dinilai Hasanuddin perlu terus diperkuat untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Semoga kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan berbagai mitra dalam pengembangan literasi AI ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Kalimantan Utara,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta. Hasanuddin juga menutup sambutannya dengan pantun yang mengajak peserta memanfaatkan teknologi untuk kepentingan generasi mendatang.
“Mari gunakan teknologi dengan penuh kasih untuk mengikhlaskan generasi negeri,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli








