Disdikbud Kaltara Minta Dugaan Fenomena LGBT di Kalangan Pelajar Disikapi dengan Pengawasan dan Pendampingan

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan seluruh pihak untuk memperkuat pengawasan dan pendampingan terhadap peserta didik menyusul munculnya dugaan fenomena LGBT di kalangan pelajar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, mengatakan tantangan pergaulan anak pada era saat ini semakin kompleks seiring perkembangan zaman dan derasnya arus informasi. Karena itu, menurutnya, pembentukan karakter peserta didik menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya sekolah.

“Memang di era sekarang ini tantangan pergaulan anak-anak kita semakin kompleks. Seiring perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, kita melihat berbagai fenomena pergaulan di kalangan pelajar,” tuturnya.

“Karena itu, saya mengingatkan kepada kita semua bahwa sekolah adalah tempat menuntut ilmu sekaligus membentuk karakter. Tugas kami, tugas sekolah, dan tugas seluruh pihak adalah memastikan setiap peserta didik merasa aman, nyaman, serta terlindungi dari segala bentuk perundungan dan diskriminasi,” sambung Hasanuddin.

Ia menegaskan, sekolah tidak dapat bekerja sendiri dalam membina peserta didik. Peran orang tua dan wali murid dinilai sangat penting dalam membangun komunikasi yang baik sekaligus mengawasi aktivitas anak, baik di lingkungan pergaulan maupun di media digital.

“Saya juga menghimbau bahwa pihak sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Untuk para orang tua atau wali, mari kita tingkatkan komunikasi dan pengawasan kepada anak-anak kita. Jadilah pendengar yang baik, kenali lingkungan pergaulan serta aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun di dunia maya,” ujarnya.

Hasanuddin juga mengajak para pelajar untuk memusatkan perhatian pada pendidikan, prestasi, dan pengembangan diri melalui berbagai kegiatan positif.

“Untuk para peserta didik, anak-anakku sekalian, fokuslah pada prestasi dan cita-cita kalian. Isi waktu dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti belajar, berorganisasi, berolahraga, maupun berkesenian. Hormati guru, hormati orang tua, dan hormati teman-teman. Jagalah nama baik diri sendiri, keluarga, dan sekolah. Ingat, masa depan kalian ada di tangan kalian sendiri,” pesannya.

Terkait dugaan kasus yang mengarah pada eksploitasi anak, pelecehan, penyimpangan, maupun pelanggaran hukum, Hasanuddin meminta agar setiap informasi segera dilaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara cepat dan tidak berkembang lebih jauh.

“Intinya, jika ada kasus yang mengarah pada eksploitasi anak, pelecehan, penyimpangan, maupun pelanggaran hukum, saya minta agar segera dilaporkan. Laporkan kepada pihak sekolah, dinas, atau pihak yang berwenang, sehingga persoalan tersebut dapat segera ditangani dan tidak berkembang ke mana-mana,” pungkasnya. (*)

Reporter/Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *