benuanta.co.id, TARAKAN – Sebanyak 40 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Kabupaten Nunukan mengikuti kegiatan Pengembangan Konten Digital Pendidikan Jenjang SMK, yang diselenggarakan oleh UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di SMKN 1 Nunukan, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan menghasilkan bahan ajar digital yang interaktif, kontekstual, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Mewakili Kepala Disdikbud Kaltara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara Wilayah Nunukan, Mahfudz, S.Ag., mengungkapkan pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Pendidikan kejuruan merupakan bagian strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, kompeten, dan siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kewirausahaan,” ungkapnya.
Menurut Mahfudz, perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri, dunia usaha, serta dunia kerja atau IDUKA menuntut adanya kemampuan adaptasi yang dimulai sejak proses pembelajaran di sekolah.
“Dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Karena itu, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi perlu dibangun sejak peserta didik berada di ruang kelas maupun bengkel praktik,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah telah berupaya mendukung pembelajaran berbasis teknologi melalui penyediaan berbagai sarana, seperti komputer, Chromebook, jaringan internet, hingga papan interaktif. Namun, ketersediaan fasilitas tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan guru dalam menghasilkan konten pembelajaran yang berkualitas.
“Penyediaan sarana teknologi harus diikuti dengan kemampuan menghasilkan konten pembelajaran yang berkualitas, interaktif, dan kontekstual sesuai dengan karakteristik masing-masing kompetensi keahlian,” jelasnya.
Mahfudz menilai, pengembangan konten digital menjadi penting karena bahan ajar yang disusun guru dapat membantu peserta didik memahami materi secara lebih mudah dan menarik.
“Konten digital dapat berupa video praktik pembelajaran, modul elektronik, simulasi, media interaktif, maupun infografis pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik,” tuturnya.
Ia juga menyebut posisi Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk tertinggal dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.
“Kabupaten Nunukan merupakan wilayah perbatasan dan beranda depan Kalimantan Utara. Kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi peningkatan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Mahfudz berharap para guru mampu memproduksi bahan ajar secara mandiri, sekaligus mengoptimalkan berbagai perangkat dan platform digital yang telah tersedia di sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan guru dalam memproduksi bahan ajar digital secara mandiri dan mengoptimalkan pemanfaatan perangkat serta platform teknologi dalam pembelajaran,” harapnya.
Selain meningkatkan kompetensi guru, pengembangan konten digital juga diharapkan dapat mendukung penerapan pembelajaran yang lebih beragam sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Pemanfaatan teknologi dapat mendukung pembelajaran yang berdiferensiasi, pembelajaran mandiri, dan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik,” tambahnya.
Mahfudz mengatakan, pengembangan konten digital juga perlu diarahkan untuk membangun kerja sama dan berbagi praktik baik antarpendidik.
“Konten pembelajaran yang dihasilkan tidak hanya digunakan oleh satu guru atau satu sekolah, tetapi juga dapat dibagikan dan dimanfaatkan secara lebih luas,” lanjutnya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun bank konten digital pendidikan jenjang SMK di Kalimantan Utara.
“Ke depan, diharapkan terbentuk bank konten digital pendidikan SMK Kalimantan Utara yang dapat menjadi sumber belajar bersama dan memperkuat kolaborasi antarsekolah,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD TIKP Disdikbud Kaltara, Khairunnisa Maharani, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk komitmen UPTD TIKP dalam meningkatkan kompetensi guru di bidang pengembangan media pembelajaran digital.
“UPTD TIKP berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghasilkan media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik,” katanya.
Menurut Khairunnisa, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat mendorong satuan pendidikan untuk melakukan transformasi dalam proses pembelajaran.
“Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat menuntut adanya transformasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran,” bebernya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan konten digital, mengoptimalkan pemanfaatan perangkat dan platform teknologi informasi, serta membangun ekosistem pembelajaran digital melalui berbagi pengalaman dan praktik baik.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan konten digital, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas dan platform TIK, serta membangun ekosistem pembelajaran digital melalui berbagi pengalaman dan praktik baik,” terangnya.
Khairunnisa menyebut, kegiatan pengembangan konten digital dilaksanakan dengan metode blended learning yang memadukan pembelajaran secara daring dan luring.
“Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode blended learning, yaitu perpaduan antara pembelajaran daring dan luring, yang dilengkapi dengan pendampingan,” sebutnya.
Ia menambahkan, peserta kegiatan terdiri dari 40 guru yang berasal dari SMK negeri dan swasta di Kabupaten Nunukan.
“Peserta kegiatan ini berjumlah 40 orang guru yang berasal dari SMK negeri dan swasta di Kabupaten Nunukan,” lanjutnya.
Menurutnya, pembiayaan kegiatan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran UPTD TIKP Tahun Anggaran 2026.
“Kegiatan ini didukung melalui APBD Provinsi Kalimantan Utara pada DPA UPTD TIKP Tahun Anggaran 2026,” imbuhnya.
Khairunnisa berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan menghasilkan produk konten digital yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menghasilkan konten digital yang dapat digunakan dan dikembangkan dalam proses pembelajaran,” harapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari jajaran Disdikbud Kaltara, Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Nunukan, panitia, narasumber, hingga para peserta.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini, khususnya kepada jajaran Disdikbud Kaltara, panitia, narasumber, serta seluruh guru peserta,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







