benuanta.co.id, TARAKAN – Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran terus didorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Utara. Upaya tersebut mengemuka dalam Roadshow Webinar Assemblr EDU Provinsi Kalimantan Utara bertajuk ‘Strategi Praktis Pemanfaatan Assemblr EDU untuk Pembelajaran Aktif dan Kontekstual di Kelas’ yang digelar secara daring, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WITA atau 13.00–15.00 WIB tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan fasilitator untuk membahas pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si., mengungkapkan transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan.
“Dunia pendidikan saat ini mengalami transformasi digital yang sangat pesat,” ungkapnya.
Menurut Hasanuddin, penggunaan teknologi dalam pembelajaran tidak lagi sekadar menjadi pilihan tambahan, tetapi telah menjadi kebutuhan dasar untuk menciptakan ruang belajar yang relevan, inovatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
“Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar untuk menciptakan ruang belajar yang relevan, inovatif, dan menyenangkan bagi para peserta didik,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memfasilitasi pendidik dengan akun akses layanan pendidikan belajar.id. Namun, akun tersebut dinilai perlu dioptimalkan melalui pemanfaatan berbagai platform pembelajaran digital.
“Akun ini tentu akan menjadi modal yang lebih ampuh apabila kita optimalkan penggunaannya melalui platform-platform pembelajaran digital terdepan, seperti Assemblr EDU dan Canva Pendidikan,” jelasnya.
Hasanuddin memaparkan, Assemblr EDU dapat dimanfaatkan guru untuk menghadirkan pengalaman belajar berbasis Augmented Reality (AR) atau realitas berimbuh. Teknologi tersebut memungkinkan materi pembelajaran ditampilkan dalam bentuk visual tiga dimensi yang interaktif sehingga membantu peserta didik memahami materi secara lebih mudah dan menarik.
“Melalui Assemblr EDU, Bapak dan Ibu Guru dapat menghadirkan pengalaman belajar berbasis Augmented Reality, membawa visual 3D interaktif ke dalam ruang kelas sehingga materi yang abstrak dapat dipahami dengan lebih mudah dan menyenangkan,” tuturnya.
Selain Assemblr EDU, ia juga menekankan manfaat Canva Pendidikan sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar. Platform tersebut dapat digunakan untuk membuat berbagai kebutuhan pembelajaran, mulai dari presentasi, infografis, hingga video pembelajaran.
“Melalui Canva Pendidikan, Bapak dan Ibu dapat menuangkan kreativitas dalam menyusun bahan ajar, presentasi, infografis, hingga video pembelajaran profesional dengan mudah menggunakan akun belajar.id,” bebernya.
Ia menilai, pemanfaatan teknologi digital menjadi semakin penting bagi Kaltara yang memiliki kondisi geografis luas, mencakup kawasan perkotaan, pesisir, hingga wilayah perbatasan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya menghambat pendidik untuk terus berinovasi dalam pembelajaran.
“Provinsi Kalimantan Utara mungkin memiliki bentang geografis yang luas, dari kawasan pesisir hingga perbatasan. Namun, tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk berinovasi,” tegasnya.
Hasanuddin menyebut teknologi dapat menjadi jembatan untuk menghubungkan semangat belajar dan pengembangan pendidikan di berbagai wilayah Kaltara. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi diharapkan mampu mendukung pemerataan akses terhadap pembelajaran yang inovatif, baik di wilayah perkotaan maupun pelosok.
“Teknologi adalah jembatan yang menyatukan semangat belajar kita dari kota hingga pelosok negeri,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap seluruh pendidik di Kalimantan Utara dapat memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi digital, mengoptimalkan akun belajar.id, serta menghasilkan karya pembelajaran yang mampu menginspirasi peserta didik.
“Saya berharap melalui roadshow webinar ini, seluruh pendidik di Kalimantan Utara dapat memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk meningkatkan kompetensi digitalnya, mengoptimalkan akun belajar.id, dan menginspirasi peserta didiknya,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Hasanuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut di Kalimantan Utara.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pusdatin Kemendikdasmen, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini di Provinsi Kalimantan Utara,” ucapnya.
Adapun kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Kalimantan Utara, Dr. rer. nat. Maimun Rizal, S.T., M.Sc., serta jajaran UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Disdikbud Kaltara. Webinar menghadirkan Khairani Harahap, S.Pd., dari UPT SDN 060817 Medan selaku ACT Level 1 dan Anita Nurhasanah dari SDN 035 Tarakan sebagai moderator.
Pada akhir penyampaian, Hasanuddin secara resmi membuka kegiatan Roadshow Webinar Assemblr EDU dan Canva Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara. Ia mengajak para pendidik untuk terus berkarya dan memberikan inspirasi melalui pembelajaran yang kreatif.
“Selamat mengikuti webinar. Teruslah berkarya dan menginspirasi,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







