APBD Terbatas, Disdikbud Kaltara Kejar APBN untuk Bangun dan Revitalisasi Sekolah

Disdikbud164 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Terbatasnya ruang anggaran daerah akibat efisiensi membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencari sumber pembiayaan lain untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sarana pendidikan.

Disdikbud Kaltara kini mengandalkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui program revitalisasi sekolah untuk menjaga pembangunan tetap berjalan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, mengatakan pembangunan melalui anggaran daerah untuk sementara tidak menjadi program yang dapat dijalankan.

“Artinya untuk yang saat ini tidak ada pembangunan. Pembangunan untuk sementara,” ujarnya.

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak membuat pembangunan sekolah sepenuhnya berhenti. Disdikbud Kaltara berupaya mengusulkan kebutuhan pembangunan melalui program revitalisasi yang bersumber dari APBN.

“Karena anggaran kami terbatas tadi, kami mengajukan revitalisasi ke APBN,” ungkapnya.

Salah satu pembangunan yang saat ini berjalan adalah Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 3 Tana Tidung. Hasanuddin memastikan pembangunan tersebut tidak menggunakan APBD, melainkan dukungan APBN melalui program revitalisasi.

“Alhamdulillah tahun ini dengan dukungan Bapak Gubernur kemarin, kami mendapatkan unit sekolah baru lagi satu di SMA Negeri 3 Tana Tidung,” jelasnya.

Pembangunan tersebut ditargetkan dapat dituntaskan dan diresmikan pada tahun depan. Jika selesai, SMA Negeri 3 Tana Tidung diharapkan dapat segera menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas sekolah sendiri.

Dukungan revitalisasi juga tidak hanya berupa pembangunan USB. Sejumlah sekolah lainnya mendapatkan bantuan rehabilitasi maupun penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).
Salah satunya SMA Negeri 4 Tarakan yang mendapatkan bantuan penambahan ruang kelas.

“Contoh di SMA 4 Tarakan. Alhamdulillah saya juga dapat bantuan di sana, bantuan penambahan RKB, Ruang Kelas Baru,” bebernya

Disdikbud Kaltara juga menargetkan persoalan sekolah yang sebelumnya masih menumpang dapat dituntaskan. SMA Negeri 3 Nunukan disebut telah selesai dibangun dan tidak lagi menggunakan fasilitas sekolah lain. Sementara SMA Negeri 5 juga disebut telah dibangun dan ditargetkan tidak lagi menumpang.

“Yang kemarin menumpang, tuntaslah. Insyaallah tahun depan sudah tuntas. SMA 5 sudah tidak menumpang lagi, kita sudah bangun. Tahun ini kita sudah meresmikan SMA Negeri 3 Nunukan, sudah tidak menumpang lagi,” ungkapnya.

Dengan keterbatasan APBD, dukungan pemerintah pusat melalui APBN menjadi salah satu jalan yang ditempuh Disdikbud Kaltara untuk tetap memenuhi kebutuhan sarana pendidikan.

Namun, skema tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan daerah harus menyesuaikan kemampuan fiskal pemerintah daerah. Ketika anggaran pembangunan daerah tertekan oleh efisiensi, Disdikbud harus lebih aktif mencari dukungan pendanaan dari pemerintah pusat agar kebutuhan sekolah tetap dapat dipenuhi. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *