benuanta.co.id, TARAKAN – Upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan berkualitas bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya layanan penyakit jantung, menjadi perhatian dalam Media Workshop BPJS Kesehatan 2026 di Bandung, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut membahas pengembangan layanan jantung, pemanfaatan teknologi medis, serta pentingnya sinergi antara fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan, dan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Direktur Utama BPJS Kesehatan beserta jajaran, perwakilan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, jajaran pimpinan dan staf rumah sakit, para narasumber, serta insan media. Media workshop tersebut menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan Program JKN dan pelayanan kesehatan bagi peserta.
Kepala Rumah Sakit Tingkat 2 Dustira, Letkol Ckm dr. Muchlas Fahmi, Sp.OG, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Media Workshop BPJS Kesehatan 2026. Ia menyambut baik kehadiran BPJS Kesehatan, insan media, narasumber, dan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan ini yang mana mengupas tuntas kepada rekan media sebagai pemberi informasi,” ungkapnya, Rabu (16/9/2026).
Muchlas menjelaskan, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar, objektif, dan edukatif kepada masyarakat, terutama mengenai Program JKN dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, penyampaian informasi yang baik dapat membantu masyarakat memahami layanan kesehatan yang tersedia.
“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kegiatan yang benar, objektif dan edukatif khususnya terkait program JKN dalam pelayanan kesehatan,” katanya.
Ia menuturkan, RS Dustira terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, khususnya dalam bidang pelayanan jantung. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan kemampuan pelayanan dan pemenuhan peralatan penunjang medis.
“Rumah Sakit Tingkat 2 Dustira terus berkomitmen meningkatkan mutu dan keselamatan pasien khususnya pelayanan jantung,” tuturnya.
Penguatan pelayanan jantung juga dilakukan melalui pengembangan peralatan medis, termasuk intravascular ultrasound (IVUS) dan PVR yang dimiliki rumah sakit. Peralatan tersebut mendukung kemampuan pelayanan intervensi jantung, termasuk tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) serta pelayanan rujukan bagi pasien dari rumah sakit lain.
“Kami terus mengembangkan kemampuan dan melengkapi peralatan penunjang, termasuk IPUS dan PVR yang kami miliki saat ini,” jelasnya.
Dari sisi capaian pelayanan, RS Dustira telah melayani 975 peserta BPJS Kesehatan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Pelayanan tersebut diberikan dengan pembiayaan yang ditanggung melalui Program JKN.
“Rumah Sakit Dustira telah melayani 975 pasien peserta BPJS Kesehatan dengan pembiayaan ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” bebernya.
Menurut Muchlas, kegiatan media workshop juga menjadi kesempatan bagi insan media untuk melihat secara langsung proses pelayanan JKN di rumah sakit. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk memperkuat hubungan antara BPJS Kesehatan, rumah sakit, media, dan masyarakat.
“Kami berharap para insan media dapat melihat langsung proses pelayanan JKN di rumah sakit Dustira sekaligus menjadi ruang dialog dan memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan, rumah sakit, media, dan masyarakat,” harapnya.
Ia menambahkan, peningkatan mutu pelayanan kesehatan merupakan proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu, rumah sakit akan terus melakukan perbaikan dan inovasi agar pelayanan yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan pasien.
“Kami akan terus melakukan perbaikan dan inovasi agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, aman, bermutu, dan berorientasi pada pasien,” tukasnya.
Sementara itu, Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi melalui Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Lingkungan Hidup, Kolonel Alhanud Tri Adrijanto Santoso, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas terselenggaranya Media Workshop 2026. Kegiatan itu dinilai penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai Program JKN, khususnya akses dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk layanan penyakit jantung.
“Media workshop merupakan forum yang penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai program jaminan kesehatan nasional atau JKN,” ucapnya.
Pangdam menekankan, pelayanan kesehatan berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas dan teknologi medis. Kemudahan akses, kecepatan pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, serta kesinambungan pengobatan juga menjadi unsur penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh kemudahan akses, kecepatan pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, serta kesinambungan pengobatan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari TNI Angkatan Darat, Kodam III Siliwangi menyatakan komitmennya untuk mendukung program pemerintah, termasuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam amanat tersebut, RS Dustira disebut memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada prajurit, keluarga besar TNI, maupun masyarakat umum.
“Rumah Sakit Tingkat 2 Dustira memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada prajurit, keluarga besar TNI maupun masyarakat,” katanya.
Pangdam juga berharap kegiatan media workshop dimanfaatkan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan JKN, menyerap masukan dari peserta dan tenaga kesehatan, serta menemukan berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan JKN, menyerap masukan dari peserta dan tenaga kesehatan, serta menemukan berbagai hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan,” ujarnya.
Ia turut memberikan apresiasi terhadap peran insan media sebagai jembatan komunikasi antara penyelenggara pelayanan kesehatan dan masyarakat. Melalui pemberitaan yang akurat, objektif, edukatif, dan berimbang, media diharapkan dapat membantu masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN serta memperoleh informasi kesehatan yang benar.
“Media dapat membantu masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN serta memperoleh informasi kesehatan yang benar,” jelasnya.
Terkait pelayanan penyakit jantung, Ia menekankan perlunya memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, pengenalan faktor risiko, serta pemahaman mengenai pentingnya memperoleh pertolongan medis sedini mungkin.
“Dalam pelayanan penyakit jantung, kita juga perlu memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, pengenalan faktor risiko serta pentingnya mendapatkan pertolongan medis sedini mungkin,” katanya.
Pangdam menilai, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan memerlukan sinergi antara BPJS Kesehatan, TNI, rumah sakit, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, komunitas media, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap pelayanan kesehatan semakin mudah, cepat, berkualitas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap Media Workshop BPJS Kesehatan 2026 menghasilkan pemahaman yang komprehensif, komunikasi yang semakin terbuka, serta masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas pelayanan JKN. Seluruh peserta juga diajak mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya dan menyampaikan kritik, saran, serta pengalaman secara objektif dan konstruktif.
“Saya mengajak untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya serta menyampaikan kritik, saran dan pengalaman secara objektif dan konstruktif sebagai jaminan dari upaya bersama melakukan perbaikan,” ajaknya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap media workshop memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN.
“Semoga media workshop ini memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program JKN,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







