benuanta.co.id, TARAKAN – Di tengah masih terbatasnya ketersediaan dokter spesialis bedah saraf di Kalimantan Utara, RSUD dr. H. Jusuf SK terus melakukan berbagai langkah untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis tersebut. Berbagai upaya ditempuh mulai dari mengajukan permohonan ke pemerintah pusat hingga menyiapkan dokter untuk menempuh pendidikan spesialis.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Aziz B., Sp.PK, mengungkapkan rumah sakit telah melakukan berbagai upaya perekrutan dokter spesialis bedah saraf melalui sejumlah jalur.
Pengajuan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan maupun rumah sakit pendidikan yang menjadi pusat pengembangan dokter spesialis di Indonesia.
“RSUD dr. H. Jusuf SK sudah mengupayakan perekrutan dokter spesialis bedah saraf melalui pengajuan ke Kementerian Kesehatan, ke Centre Pendidikan seperti RSUP Sardjito Yogyakarta dan RSUP Kariadi Semarang,” ungkapnya, Rabu (8/7/2026).
Selain itu, rumah sakit juga telah mengajukan permohonan melalui organisasi profesi sebagai bagian dari upaya memperoleh tenaga dokter spesialis. Langkah tersebut bahkan telah dilakukan sebelum masa tugas dokter spesialis bedah saraf dari Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) berakhir.
“Kami juga sudah mengajukan melalui Kolegium dan Perhimpunan Bedah Saraf sejak sebelum kontrak dokter PGDS bedah saraf tersebut selesai,” katanya.
Meski demikian, dr. Budy mengakui proses pemenuhan dokter spesialis belum berjalan sesuai harapan karena jumlah dokter bedah saraf di Indonesia masih sangat terbatas. Kondisi tersebut membuat banyak daerah bersaing untuk mendapatkan tenaga spesialis.
“Karena jumlah dokter bedah saraf di Indonesia juga masih kurang, jadi kita kesulitan mencari SDM tersebut,” jelasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, RSUD dr. H. Jusuf SK juga mulai mempersiapkan sumber daya manusia internal dengan mengirimkan dokter umum untuk melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis bedah saraf. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan di Kalimantan Utara pada masa mendatang.
“RSUD dr. H. Jusuf SK juga sudah berupaya mengatasi krisis SDM tersebut dengan mengirimkan dokter-dokter umum untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis bedah saraf dan saat ini masih dalam pendidikan,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







