benuanta.co.id, BULUNGAN – Serangan jantung kini tidak lagi hanya menyerang orang tua. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serangan jantung pada usia muda mulai banyak ditemukan akibat pola hidup yang tidak sehat.
Dokter umum, dr. Arie Setyawan mengatakan, gaya hidup anak muda saat ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung.
“Sekarang banyak anak muda yang kurang olahraga, sering begadang dan terlalu sering makan makanan cepat saji. Itu yang membuat risiko serangan jantung meningkat,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, serangan jantung terjadi saat aliran darah menuju jantung tersumbat akibat penumpukan lemak atau kolesterol di pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat membuat jantung kekurangan oksigen dan berhenti bekerja.
Menurutnya, kebiasaan duduk terlalu lama di depan laptop maupun bermain handphone juga membuat tubuh kurang bergerak dan berdampak pada kesehatan jantung.
“Anak muda sekarang lebih banyak duduk dan jarang aktivitas fisik. Padahal olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung,” ujarnya.
Selain itu, stres dan kurang tidur juga menjadi faktor yang dapat memicu gangguan jantung di usia muda. Tekanan pekerjaan dan aktivitas yang padat membuat banyak anak muda mengabaikan kesehatan tubuh.
dr. Arie juga mengingatkan bahaya rokok dan vape yang sama-sama dapat merusak pembuluh darah.
“Banyak yang mengira vape lebih aman, padahal tetap berbahaya bagi jantung,” jelasnya.
Ia meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala awal serangan jantung seperti nyeri dada, sesak napas, keringat dingin dan tubuh mudah lelah.
“Kalau merasakan nyeri dada yang tidak biasa, segera periksa ke rumah sakit dan jangan dianggap masuk angin biasa,” tuturnya.
Untuk mencegah penyakit jantung, masyarakat dianjurkan mulai menerapkan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, mengurangi makanan berlemak dan rutin memeriksa kesehatan.
“Menjaga kesehatan jantung harus dimulai sejak muda agar terhindar dari penyakit di masa depan,” tutupnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







