benuanta.co.id, TARAKAN – Aliansi Masyarakat Adat Asli Kalimantan Utara (AMAKU) menyatakan sikap tegas terkait kasus penyekapan dan kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara (Kaltara) di Makassar. Organisasi adat asli Kalimantan Utara tersebut mengecam keras tindakan pelaku, dan memastikan akan terus mengawal proses hukum hingga kasus tersebut benar-benar tuntas.
Ketua AMAKU, Agustinus Amos, S.Hut menilai peristiwa yang dialami mahasiswi asal Kaltara tersebut merupakan tindakan kejahatan serius yang tidak dapat ditoleransi. Ia menyebut kasus tersebut menjadi perhatian besar masyarakat Kalimantan Utara karena menyangkut keselamatan generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Kami atas nama AMAKU mengecam dan mengutuk keras tindakan pidana yang dilakukan terhadap mahasiswa Kaltara yang sedang kuliah di Makassar,” jelasnya, Senin (18/5/2026).
AMAKU melalui Agustinus juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan aparat kepolisian yang dinilai bergerak cepat dalam menangani perkara tersebut hingga pelaku berhasil diamankan. Menurutnya, respons cepat dari pemerintah dan aparat penegak hukum menunjukkan adanya perhatian serius terhadap keselamatan warga Kaltara di luar daerah.
“Kami mengapresiasi Gubernur Kalimantan Utara dan pihak kepolisian yang cepat dan tanggap dalam menangani kasus ini sampai pelaku berhasil ditangkap,” ucapnya.
Lebih lanjut, Agustinus menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kasus tersebut hingga seluruh proses hukum selesai. Organisasi itu juga meminta agar penanganan perkara dilakukan secara transparan dan pelaku diberikan hukuman yang setimpal sesuai perbuatannya.
“Kami akan terus mengawal perkembangan kasus ini sampai tuntas agar korban mendapatkan keadilan,” tegasnya.
Agustinus turut memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara agar lebih memperhatikan mahasiswa asal Kaltara yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Salah satu usulan yang disampaikan yakni penyediaan fasilitas asrama bagi mahasiswa guna memberikan rasa aman dan tempat tinggal yang layak.
“Pemerintah perlu lebih memperhatikan anak-anak Kaltara yang sedang kuliah di luar daerah, salah satunya dengan menyediakan fasilitas asrama,” bebernya.
Selain penyediaan tempat tinggal, AMAKU juga mendorong pemerintah untuk memperluas program bantuan pendidikan seperti beasiswa hingga dukungan uang saku bagi mahasiswa Kaltara yang berada di luar provinsi. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk membantu kebutuhan hidup mahasiswa selama menjalani pendidikan.
“Kalau perlu ada bantuan beasiswa dan uang saku untuk mahasiswa Kaltara di luar daerah agar mereka lebih terbantu selama kuliah,” lanjutnya.
AMAKU juga meminta Gubernur Kalimantan Utara untuk memberikan perhatian khusus kepada korban dan keluarga korban agar dapat segera pulih dari trauma akibat kejadian tersebut. Pendampingan psikologis dan bantuan moral dinilai sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan korban.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu korban dan keluarganya agar bisa cepat pulih dari trauma yang dialami,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli








