benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mematangkan arah pengembangan sektor pariwisata dengan fokus pada potensi unggulan di masing-masing daerah.
Langkah tersebut dilakukan agar pengembangan wisata selaras dengan rencana pembangunan daerah dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara, Njau Anau, mengatakan konsep pengembangan pariwisata Kaltara ke depan tidak hanya berorientasi pada destinasi wisata. Pemerintah juga menekankan aspek keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, serta keterlibatan masyarakat lokal.
“Pengembangan pariwisata harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi tetap menjaga budaya dan lingkungan yang ada,” katanya, Ahad (17/5/2026).
Menurutnya, setiap kabupaten di Kaltara memiliki karakteristik dan kekuatan wisata yang berbeda. Karena itu, pemerintah menerapkan pendekatan pengembangan yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.
Kabupaten Malinau, misalnya, diarahkan menjadi pusat wisata minat khusus berbasis alam dan budaya. Kawasan tersebut dinilai memiliki kekayaan alam yang masih terjaga, termasuk keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
Selain potensi alam, Malinau juga memiliki kekayaan budaya melalui keberadaan 11 sub suku Dayak yang hidup di kawasan tersebut. Kondisi itu dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Wisata minat khusus seperti arung jeram, wisata hutan alam, budaya masyarakat lokal hingga desa wisata punya peluang besar untuk dikembangkan di Malinau,” katanya.
Beberapa destinasi yang disebut memiliki potensi besar antara lain Desa Wisata Setulang, Air Panas Semolon, hingga kawasan wisata alam Kayan Mentarang.
Sementara itu, Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan diarahkan pada pengembangan wisata budaya dan pesisir. Di Bulungan, keberadaan situs Kesultanan Bulungan dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata sejarah dan budaya daerah.
Adapun di Tarakan, budaya masyarakat Tidung disebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata berbasis budaya lokal.
Di sisi lain, kawasan pesisir seperti Pantai Tanah Kuning dan Karang Malingkit juga diproyeksikan menjadi kawasan wisata baru yang terintegrasi dengan kawasan industri hijau Tanah Kuning-Mangkupadi.
Pemerintah berharap kawasan tersebut nantinya tidak hanya berkembang sebagai pusat industri, tetapi juga menjadi pusat rekreasi dan wisata bagi pekerja maupun wisatawan.
“Yang paling penting itu destinasi harus baik, akses bagus, promosi berjalan, dan masyarakat mendapat manfaat ekonomi,” jelasnya.
Pemprov Kaltara juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan pariwisata, mulai dari pembangunan infrastruktur, transportasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola wisata. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







