benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai melakukan uji coba pengiriman produk hidup atau live product melalui penerbangan langsung Tarakan–Hong Kong.
Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, uji coba dilakukan untuk mengukur efektivitas jalur udara dalam mendukung ekspor komoditas hidup seperti ikan dan kepiting.
“Pengiriman produk hidup untuk melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, durasi penerbangan Tarakan menuju Hong Kong diperkirakan sekitar tiga jam, ditambah proses bongkar muat selama dua jam. Total waktu sekitar lima jam dinilai masih sangat layak untuk produk hidup maupun segar.
“Selama ini kepiting harus memutar lewat Jakarta sehingga perjalanan bisa lebih dari 24 jam. Karena produk hidup harus cepat, jalur langsung ini diharapkan bisa memaksimalkan ekspor,” ungkapnya.
Menurutnya, kapasitas pesawat kargo yang digunakan mencapai sekitar 20 ton. Ia juga mengungkapkan, selama ini ikan hidup dari perairan Kaltara banyak diambil langsung kapal dari China. Kini pemerintah mencoba mengalihkan pengiriman melalui jalur udara karena dinilai lebih cepat dan efisien.
“Produk-produk lain ke depannya akan mengikuti,” katanya.
Kendati demikian, pihaknya tetap memperhatikan aspek pengawasan dan kelestarian sumber daya. “Kami akan duduk bersama lagi untuk menghitung kapasitas produksi yang aman untuk diekspor. Karena ini masih tahap awal, kita jalankan dulu sambil evaluasi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







