Relokasi Belum Pasti, Warga di Bulungan Keluhkan Aktivitas Pasar Sore Tendean

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Keluhan warga terkait aktivitas pasar sore di kawasan Jalan Tendean, Tanjung Selor, kembali mencuat.

Warga menilai keberadaan pasar yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun itu semakin mengganggu lingkungan permukiman.

Salah seorang warga, Vivy, mengatakan keresahan masyarakat bukan hanya soal kemacetan dan ketertiban, tetapi juga kondisi lingkungan yang dinilai kurang nyaman.

“Kalau sore sampai malam memang ramai sekali. Kami yang tinggal di sekitar sini kadang merasa tidak nyaman karena sampah dan aktivitas pedagang,” kata Vivy, Jumat (8/5/2026).

Ia mengungkapkan, sebagian warga sebenarnya berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait relokasi pasar. Menurutnya, ketidakjelasan yang berlangsung lama membuat masyarakat bingung.

“Sudah terlalu lama begini. Warga cuma ingin ada kepastian, apakah dipindah atau ditata lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, Vivy juga menyoroti aktivitas pedagang yang dinilai mulai meluas hingga mendekati area rumah warga. Kondisi itu disebut membuat lingkungan permukiman semakin padat.

“Kadang pedagang sampai pakai bahu jalan dan dekat rumah warga. Kalau malam juga sering ribut karena aktivitas jual beli,” ungkapnya.

Meski mengeluhkan kondisi pasar, ia menegaskan warga tidak ingin menyalahkan pedagang sepenuhnya. Menurutnya, pedagang juga membutuhkan tempat untuk mencari nafkah.

“Kami paham pedagang cari rezeki. Tapi pemerintah juga harus pikirkan kenyamanan warga yang tinggal di sini,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani, membenarkan pemerintah daerah telah menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait pasar sore tersebut.

“Kami sudah mendengar aspirasi warga. Saat ini sedang dibahas langkah terbaik supaya semua pihak tetap terakomodasi,” ujar Syarwani.

Ia mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan sejumlah opsi penanganan, termasuk kemungkinan relokasi pedagang ke lokasi lain yang lebih representatif.

“Beberapa alternatif sedang kami kaji. Tentu perlu proses karena menyangkut banyak pihak dan kesiapan tempat,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin mengambil keputusan terburu-buru yang justru menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kita ingin solusi yang baik untuk warga dan pedagang. Jadi pembahasannya masih terus berjalan,” tutupnya.(*)

Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *