benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.G., M.Hum., meminta seluruh pihak, termasuk media massa dan masyarakat, untuk tidak mengekspos identitas korban kasus penyekapan dan kekerasan seksual yang saat ini viral di media sosial yang menimpa salah satu mahasiswi asal Kaltara di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurut Gubernur Zainal, perhatian publik seharusnya difokuskan pada upaya pengungkapan kasus dan penangkapan pelaku, bukan kepada korban yang saat ini mengalami trauma mendalam secara psikologis.
“Informasi berita dari media sosial ya, yang lagi viral sekarang, ada salah satu masyarakat saya yang menjadi korban penyekapan dan kekerasan seksual,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemberitaan yang terlalu menyoroti korban justru dikhawatirkan memperburuk kondisi mental korban. Karena itu, ia meminta media mengedepankan prinsip perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.
“Saya minta kepada teman-teman media, jangan di-blow up korbannya. Yang harus di-blow up itu adalah bagaimana upaya kita bersama-sama mencari pelakunya. Kasihan dia secara psikologis,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga meminta jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti kasus tersebut hingga tuntas. Ia berharap aparat kepolisian bersama masyarakat dapat bekerja sama membantu proses pencarian dan penangkapan pelaku.
“Jadi kita minta bantuan, dan mohon Bapak Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti kasus ini sampai kasus ini terungkap. Mohon bantuan masyarakat Sulawesi Selatan bersama-sama dengan aparat untuk bisa menangkap pelaku,” ungkapnya.
Selain penanganan hukum, Pemerintah Provinsi Kaltara juga menaruh perhatian terhadap pemulihan kondisi korban.
Gubernur Zainal menyebut, korban memerlukan pendampingan psikologis untuk membantu mengatasi trauma akibat peristiwa yang dialaminya.
“Itu yang kita carikan jalan keluar terhadap korban. Kita minta pendampingan pastinya dari psikolog, dan juga bagaimana mengobati trauma, karena ini betul-betul trauma yang sangat dalam,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







