benuanta.co.id, TARAKAN – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mendorong optimalisasi fungsi asrama haji di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), agar tidak hanya digunakan untuk jemaah haji, tetapi juga melayani jemaah umrah.
Menurutnya, jumlah jemaah umrah jauh lebih besar dibandingkan jemaah haji. Secara nasional, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai sekitar 3 juta orang setiap tahun.
“Asrama haji itu tidak hanya dimanfaatkan untuk jemaah haji, tapi juga jemaah umrah. Karena jumlahnya jauh lebih besar,” terangnya.
Ia menyebut, saat ini jemaah dari Kaltara masih banyak yang berangkat melalui kota lain seperti Jakarta, Balikpapan, Makassar, hingga Surabaya karena belum terkelola secara terpusat.
Padahal, jika dikelola dengan baik, keberadaan asrama haji di Tarakan berpotensi membuka penerbangan langsung ke Arab Saudi.
“Kalau dikelola dengan baik, sangat memungkinkan ada penerbangan langsung dari sini ke Arab Saudi. Itu tergantung bagaimana manajemen jemaahnya,” ujarnya.
Kendati demikian, peningkatan status asrama haji Tarakan dari transit menjadi embarkasi antara masih perlu mempertimbangkan jumlah jemaah yang saat ini berkisar 400 orang.
Terkait maraknya travel ilegal, Dahnil menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji harus menggunakan kuota resmi dan tidak bisa dilakukan di luar mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, ia juga menyinggung kemungkinan perbaikan fasilitas yang terdampak gempa, namun menegaskan bahwa hal tersebut harus melalui proses evaluasi menyeluruh.
“Nanti direview dulu, apakah benar karena gempa atau karena kualitas bangunan,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan pengelolaan yang lebih baik, asrama haji di Tarakan dapat menjadi pusat layanan bagi jemaah di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta meningkatkan efisiensi keberangkatan ibadah haji dan umrah. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Ramli







