benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Zainal Arifin Paliwang, menyambangi rumah jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro guna memastikan proses hukum terhadap kasus penyekapan dan kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi asal Kaltara di Makassar.
Selain itu, pertemuan ini juga untuk memperoleh informasi perkembangan kasus ini, juga meminta agar pelaku kejahatan terhadap mahasiswi Kaltara ini segera ditangkap dan diadili.
Kunjungan tersebut dilakukan langsung Gubernur Zainal sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi korban sekaligus dorongan agar pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.
Dalam keterangannya, ia mengaku sebelumnya juga telah mendapat banyak pertanyaan dari wartawan terkait kasus yang sempat viral di media sosial tersebut. Namun ia meminta agar pemberitaan tidak terlalu menyoroti korban.
“Kemarin ditanyain juga sama wartawan. Saya minta sama teman-teman wartawan jangan terlalu di-blow up korbannya,” ujarnya dalam pertemuan dengan Kapolda Sulsel, Rabu (15/5/2026).
Menurutnya, fokus utama saat ini seharusnya diarahkan kepada pelaku dan proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
Ia mengaku telah meminta langsung kepada Kapolda Sulawesi Selatan agar pelaku diproses secara tegas dan dijatuhi hukuman berat atas tindakan penganiayaan dan kekerasan seksual yang dilakukan terhadap korban.
“Kalau mau di-blow up itu tersangkanya. Saya minta tolong sama Bapak Kapolda Sulsel untuk memenjarakan penjahat itu,” tegasnya.
Langkah Gubernur Kaltara tersebut juga menjadi bentuk dukungan moral bagi korban dan keluarga yang saat ini masih menghadapi trauma akibat peristiwa tersebut.
Ia berharap aparat kepolisian dapat menuntaskan perkara secara profesional sehingga korban memperoleh perlindungan dan rasa keadilan. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Ramli







