benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong penguatan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan melalui sinkronisasi program dan kolaborasi lintas sektor.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Perencanaan Daerah yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltara dengan tema ‘Sinkronisasi dan Kolaborasi Perencanaan, Pengembangan dan Penguatan Koperasi untuk Ekonomi Kerakyatan’.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Kaltara Hasriyani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menyelaraskan program pembangunan koperasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, sinergi yang kuat diperlukan agar pembangunan koperasi di Kaltara berjalan lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
“Melalui rapat koordinasi ini kita ingin membangun kesamaan persepsi dalam mendukung pengembangan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing sebagai penguatan ekonomi kerakyatan di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), digitalisasi koperasi, hingga perluasan akses pembiayaan bagi pelaku koperasi di daerah.
Selain itu, Disperindagkop Kaltara juga mendorong pengembangan usaha koperasi agar mampu beradaptasi dengan tantangan dan perkembangan ekonomi saat ini. Ia menilai koperasi memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan pelaku usaha kecil di daerah.
“Koperasi harus mampu berkembang mengikuti perubahan zaman, termasuk memanfaatkan digitalisasi dan memperkuat tata kelola usaha agar semakin kompetitif,” katanya.
Melalui semangat kolaborasi dan kebersamaan, Pemprov Kaltara berkomitmen terus memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan di Bumi Benuanta. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







