The Lions mengakhiri puasa gelar Eropa yang berlangsung dalam kurun waktu 44 tahun setelah terakhir kali menjadi jawara Piala Champions atau yang kini menjadi UEFA Champions League pada tahun 1982.
Kemenangan The Villans juga terasa begitu spesial karena menjadi kado untuk 11 ribu penggemar yang hadir langsung di Istanbul termasuk juga Pangeran Williams yang sedari kecil merupakan penggemar klub yang bermarkas di Villa Park tersebut.
Pangeran Williams yang memang penggemar berat Aston Villa, hadir langsung ke Istanbul untuk memompa semangat tim asuhan Unai Emery ini.
Segala keajaiban di Istanbul yang dialami oleh Aston Villa tidak dapat dipungkiri merupakan magis dari Unai Emery.
Pelatih asal Spanyol ini membuktikan bahwa UEFA Europa League merupakan panggung sihirnya selama ini.
Kompetisi Unai Emery
Unai Emery menatap partai puncak UEFA Europa League 2025/2026 sebagai partai final UEL keenamnya sepanjang karir kepelatihan.
Pelatih asal Spanyol tersebut kemudian menunjukkan kapabilitasnya sebagai sosok pelatih yang begitu dominan kala tampil di UEL.
Hal tersebut terbukti jelas dari penampilan Aston Villa yang unggul dalam segala hal dari Freiburg pada partai final ini.
Aston Villa unggul dalam segi penyerangan dengan total melepaskan 16 tembakan dengan delapan diantaranya mengarah ke gawang. Berbanding jauh dengan Freiburg yang hanya mampu melepaskan enam tembakan dengan tiga diantaranya mengarah ke gawang.
Efektivitas John McGinn dan kawan-kawan juga tidak diragukan lagi pada laga ini, membuat kiper Freiburg, Noah Atobolu, harus memungut bola dari dalam gawang sebanyak tiga kali.
Unai Emery menunjukkan bahwa mentalitasnya ketika bertanding di Europa League memang tiada lawan.
Tambahan trofi ini menjadikan Emery sebagai pelatih tersukses di UEL dengan total lima gelar juara.
Emery juga menjadi satu-satunya pelatih yang mampu membawa tim asuhannya melaju ke babak final UEL sebanyak enam kali.
Gelar UEL juga menjadi penanda transformasi dari Aston Villa di bawah tangan Emery selama tiga musim terakhir, telah menuai hasil yang positif.
Lewat gelar UEL ini juga sekaligus menjadi pelipur lara Aston Villa yang dalam dua musim terakhir begitu jatuh bangun.
Pada musim 2024, Aston Villa sebenarnya berpeluang untuk mengunci gelar juara UEFA Conference League. Namun Si Singa menelan kekalahan 2-6 dari Olympiacos di babak semifinal.
Permasalahan kembali berlanjut pada musim 2025 ketika Aston Villa gagal bersaing dalam setiap gelaran kompetisi yang diikuti.
“Dia (Emery) melakukan pendekatan yang spesial kepada setiap pemain agar mempunyai kepercayaan diri dalam setiap permainan. Sekali kamu mendapatkan penampilan terbaik, dia akan memberikanmu seisi dunia,” ujar gelandang Aston Villa Youri Tielemans mengenai pendekatan Emery kepada para pemain.
Tinta emas ini menambah trofi kabinet UEL bagi Unai Emery yang sebelumnya telah mengoleksi empat gelar yang diraih ketika menangani Sevilla (2013/2014, 2014/2015, dan 2015/2016) serta bersama Villareal (2020/2021).
Pelatih legendaris Italia Giusseppe Trapattoni menjadi satu-satunya yang paling dekat dengan catatan dominasi Unai Emery di UEl.
Trapattoni tercatat memiliki tiga gelar UEL setelah meraihnya bersama Juventus (1976/1977 dan 1992/1993) dan Inter Milan (1990/1991).
Selain itu nama-nama seperti Jose Mourinho, Diego Simeone, Luis Molowny, Juande Ramos, dan Rafa Benitez mengantongi dua gelar UEL.
Unai Emery juga kian mempertegas bahasa slank yang kerap beredar di media sosial mengenai dominasinya di UEL yang merupakan akronim dari Unai Emery League.
“Kamu bisa memenangkan trofi ini karena kami begitu serius menatap kompetisi dan berproses,” ungkap Emery.
Pelatih yang kini masih mempunyai kontrak dengan durasi hingga 2029 mendatang mempunyai pekerjaan berat untuk membawa Aston Villa terus tampil menjanjikan di kompetisi domestik Inggris maupun UEFA Champions League.
“Kami perlu lagi untuk mencoba bersaing untuk trofi, terutama di Eropa, ini adalah kesempatan yang sangat bagus,” ungkap mantan pelatih Arsenal ini.
“Tapi tentu saja, Liga Premier adalah sesuatu yang fantastis, bagaimana kami tampil selama empat tahun, berada di tujuh besar, lima besar, sekarang kami berada di urutan keempat lagi melawan tim terbaik di dunia,” imbuhnya.
Emery dan anak asuhnya kini tentu saja masih menikmati masa kemenangan yang ditunggu-tunggu para penggemar Aston Villa selama 44 tahun.
Aston Villa telah mempersiapkan parade perayaan kemenangan UEL dengan berkeliling di kota Birmingham yang dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis malam waktu setempat.
Ke depan, di meja kerja Unai Emery sudah ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibereskan terutama mengenai proses regenerasi pemain dan tetap mempertahankan pemain pilarnya musim depan, karena tidak dapat dipungkiri nama-nama pemain Aston Villa seperti Morgan Rogers, Emi Martinez, Amadou Onana atau Ollie Watkins kini telah masuk radar transfer klub papan atas dunia.
Emery juga harus menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih top Eropa dengan menjuarai liga domestik dan Liga Champions.
Sumber : Antara







