Revitalisasi Alun-Alun Nunukan, PKL Kuliner Malam Dipindah ke UMKM Center Tanah Merah

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai melakukan penataan dan renovasi kawasan Alun-Alun Nunukan.

Dampaknya, para pelaku UMKM dan PKL kuliner malam yang selama ini berjualan di kawasan alun-alun akan dipindahkan ke lokasi baru di UMKM Center Jalan Bahari, Tanah Merah, Kelurahan Nunukan Utara.

Pemindahan tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan kota sekaligus mendukung proyek renovasi alun-alun agar lebih representatif dan tertata.

Melalui surat resmi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan tertanggal 19 Mei 2026, pemerintah daerah juga mengajukan permohonan pengalihan arus lalu lintas kepada Satlantas Polres Nunukan untuk mendukung aktivitas di lokasi baru UMKM Center.

Kepala DKUKMPP Nunukan, Muhtar, SH, M.Si, menjelaskan bahwa keputusan relokasi diambil setelah rapat bersama antara pemerintah daerah, Satpol PP, dan perwakilan pelaku usaha mikro kuliner Alun-Alun Nunukan.

“Beberapa hari lalu kami sudah lakukan pertemuan dengan para PKL yang di wakili oleh pengelola dan beberapa pedagang yang berada di Alun-alun, mereka siap pindah sementara,” ungkap Muhtar pada Rabu, (20/5/2026).

Pemindahan ini disebut bukan sekadar relokasi sementara, tetapi juga bagian dari upaya penataan sentra ekonomi masyarakat agar lebih tertib dan memiliki fasilitas usaha yang lebih baik.

Pemerintah daerah menilai kawasan UMKM Center Tanah Merah memiliki potensi menjadi pusat kuliner baru di Nunukan.

Selain lebih terorganisir, kawasan tersebut dinilai mampu memberikan ruang usaha yang lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Salah seorang pedagang kuliner Alun-Alun Nunukan, Asdar, mengaku siap mengikuti kebijakan pemerintah terkait pemindahan lokasi usaha. Namun ia berharap relokasi tersebut benar-benar bersifat sementara hingga proses revitalisasi alun-alun selesai dilakukan.

“Kami sebagai pedagang siap saja pindah mengikuti aturan pemerintah, apalagi kalau memang untuk perbaikan dan penataan alun-alun. Yang penting jelas, kalau ini sifatnya sementara sampai revitalisasi selesai,” ujar Asdar.

Ia juga berharap pemerintah tetap memperhatikan fasilitas dan akses pengunjung di lokasi baru agar aktivitas jual beli para pedagang tetap berjalan lancar.

Untuk menunjang aktivitas perdagangan, pemerintah juga mengusulkan penutupan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi UMKM Center mulai pukul 16.00 hingga 24.00 WITA setiap hari.

Renovasi Alun-Alun Nunukan sendiri diharapkan dapat menghadirkan wajah baru ruang publik kota yang lebih modern, nyaman, dan ramah masyarakat.

Sementara itu, para pedagang berharap lokasi baru nantinya tetap ramai pengunjung sehingga aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan normal selama proses renovasi berlangsung. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *