benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Aktivitas para nelayan di kawasan Buluh Perindu, Tanjung Selor, lumpuh selama tiga hari terakhir akibat tumpukan kayu gelondongan yang menutup jalur sungai. Kayu-kayu yang diduga terbawa arus dari hulu Sungai Kayan memenuhi akses keluar masuk perahu milik warga.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama para nelayan yang menggantungkan penghasilan dari hasil melaut. Selain menghambat aktivitas mencari ikan, jalur transportasi air yang biasa digunakan warga juga tidak dapat dilalui.
Ketua RT 17 Buluh Perindu, Jon, mengatakan tumpukan kayu mulai menutup akses sungai sejak beberapa hari terakhir dan hingga kini belum sepenuhnya dapat dibersihkan oleh warga.
“Sudah tiga hari ini kami sama sekali tidak bisa melintas karena harus melaut juga dan banyak aktivitas lainnya yang terhambat,” ujar Jon saat ditemui di lokasi, Rabu sore (20/5/2026).
Menurutnya, warga setempat hanya bisa melakukan pembersihan secara manual dengan peralatan seadanya. Namun, derasnya arus sungai membuat kayu-kayu baru terus berdatangan sehingga proses pembersihan berjalan lambat.
“Iya di rumah saja. Kami juga dari pagi membersihkan sampai sore ini,” katanya.
Warga bersama para nelayan terlihat bergotong royong menarik dan memindahkan kayu gelondongan dari jalur perahu agar akses sungai dapat kembali digunakan. Meski begitu, ukuran kayu yang cukup besar membuat pekerjaan tersebut cukup berat dilakukan tanpa bantuan alat berat atau peralatan pendukung lainnya.
Jon berharap pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat turun membantu penanganan di lokasi, mengingat tumpukan kayu masih terus bertambah akibat debit air sungai yang meningkat.
“Harapan kami walaupun ini dari hulu sungai, kami tetap meminta bantuan dari BPBD untuk membantu kami membersihkan kayu-kayu ini karena kami kesulitan alat dan kayu akan tetap datang jika air terus meluap,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli








