benuanta.co.id, NUNUKAN – Persaingan sengit mewarnai Turnamen E-Sport Lembuswana Border 2026 yang digelar selama dua hari di Nunukan. Puluhan pemain muda menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam pertandingan yang berlangsung panas hingga partai final.
Pada cabang Mobile Legends, Tim AYD 51 berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menumbangkan lawan-lawannya dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Salah satu pemain Tim AYD 51 mengaku kemenangan tersebut diraih melalui latihan rutin dan kekompakan tim yang terus dibangun sebelum turnamen dimulai.
“Pertandingannya sangat seru karena banyak tim kuat yang ikut. Kami fokus menjaga komunikasi dan kerja sama tim selama pertandingan,” ujarnya usai penyerahan hadiah, Ahad (17/5/2026).
Menurutnya, turnamen seperti Lembuswana Border menjadi wadah penting bagi pemain muda Nunukan untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
“Semoga event seperti ini terus ada supaya pemain-pemain di Nunukan punya ruang berkembang dan bisa bersaing di level lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, pada kategori E-Football, gelar juara berhasil diraih oleh Iman setelah tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final.
Iman mengaku pertandingan di kategori E-Football berlangsung tidak mudah karena seluruh peserta memiliki kemampuan yang merata.
“Semua lawan berat dan punya strategi masing-masing. Kunci kemenangan saya lebih ke fokus dan menjaga mental saat pertandingan,” ungkapnya.
Ia berharap esport, khususnya E-Football, semakin berkembang di Nunukan dan mendapat lebih banyak turnamen agar para pemain dapat terus meningkatkan kemampuan.
Ketua KONI Kabupaten Nunukan, Muhammad Yasin, menilai perkembangan esport di wilayah perbatasan menunjukkan tren positif. Ia menyebut turnamen tersebut membuktikan bahwa atlet muda Nunukan memiliki potensi bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Yang terlihat bukan hanya kemampuan bermain, tetapi juga strategi, mental bertanding, dan kekompakan tim. Ini modal penting untuk pembinaan atlet esport ke depan,” ujarnya.
Ia memastikan KONI Nunukan akan terus mendukung pembinaan esport agar lahir atlet-atlet berprestasi dari daerah perbatasan.
Turnamen E-Sport Lembuswana Border 2026 sendiri mendapat antusias tinggi dari komunitas gamer dan masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan itu juga menjadi ruang silaturahmi komunitas esport di Nunukan. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli








