Akses Jalan Krayan Selatan Kian Memprihatinkan, Mobil Pengangkut Sembako Terbalik di Tengah Lumpur

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kondisi jalan penghubung Lembudud–Long Layu di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, kembali menjadi sorotan setelah sebuah mobil pengangkut kebutuhan pokok masyarakat terbalik akibat terjebak di jalan berlumpur dan licin.

Insiden tersebut terjadi setelah hujan mengguyur kawasan itu selama beberapa hari terakhir, menyebabkan ruas jalan berubah menjadi kubangan lumpur dan sulit dilalui kendaraan.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan mobil pengangkut sembako itu tidak mampu melewati medan jalan yang rusak berat hingga akhirnya terbalik di tengah perjalanan.

“Mobil pengangkut kebutuhan masyarakat terbalik karena kondisi jalan sangat licin dan rusak berat,” ujar Oktavianus.

Ia menjelaskan, kerusakan jalan di jalur Krayan menuju Krayan Selatan kini semakin parah dan memprihatinkan. Padahal, ruas tersebut merupakan jalur utama distribusi logistik serta akses masyarakat menuju sejumlah wilayah di pedalaman perbatasan.

Akibat kejadian itu, aktivitas distribusi barang dan mobilitas warga menuju Krayan Selatan praktis terganggu. Sejumlah kendaraan memilih tidak melintas karena kondisi jalan dinilai membahayakan.
Selain jalan berlumpur, beberapa jembatan di sepanjang jalur tersebut juga dilaporkan mengalami longsor dan nyaris putus.

“Beruntung sopir selamat. Tetapi sebagian besar barang bawaan mengalami kerusakan,” katanya.

Oktavianus menambahkan, proses evakuasi kendaraan hingga kini masih mengalami kendala lantaran minimnya alat berat di lokasi. Kendaraan lain juga tidak mampu menarik mobil yang terbalik karena medan jalan terlalu berat.

Menurutnya, panjang ruas jalan dari Krayan menuju Krayan Selatan mencapai sekitar 42 kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar 60 persen dalam kondisi rusak berat.

“Sekarang hampir sulit dibedakan mana titik yang paling parah, karena rata-rata sepanjang jalur mengalami kerusakan,” tegasnya.

Kondisi infrastruktur yang rusak tersebut dinilai tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap distribusi bahan pangan, akses layanan kesehatan, hingga keselamatan warga di wilayah perbatasan.

“Kita berharap pemerintah segera melakukan penanganan serius terhadap kerusakan jalan di wilayah Krayan Selatan agar akses transportasi dan distribusi logistik tidak terus terhambat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *