Warga Bulungan Diminta Waspada Banjir Susulan dari Hulu Sungai Kayan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bulungan diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan akibat kiriman air dari wilayah hulu Sungai Kayan. Meski debit air di beberapa daerah mulai menurun, banjir masih merendam sejumlah kawasan di Tanjung Selor dan desa sekitar hingga Rabu (20/5).

Genangan air terlihat di beberapa ruas jalan dan permukiman warga seperti di Jalan Tendean, Jalan Nangka, Jalan Duku, serta wilayah Teras Baru dan Teras Nawang. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan masih cukup tinggi dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, Rafidin, mengatakan wilayah hilir seperti Tanjung Selor masih berpotensi menerima kiriman air dari daerah hulu Sungai Kayan.

“Walaupun di wilayah hulu debit air mulai turun, daerah hilir masih harus waspada karena kiriman air masih bergerak ke bawah,” kata Rafidin, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, berdasarkan laporan petugas di Long Bia, Kecamatan Peso, tinggi muka air pada Selasa malam sempat mencapai 6,30 meter sebelum akhirnya mulai mengalami penurunan pada Rabu pagi.

“Air mulai turun dalam dua sampai tiga hari terakhir, tetapi masyarakat tetap diminta siaga terhadap kemungkinan banjir susulan,” ujarnya.

BPBD Bulungan bersama pihak kecamatan dan aparat di wilayah terdampak saat ini terus melakukan pemantauan kondisi sungai. Warga yang tinggal di bantaran Sungai Kayan juga diimbau segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.

“Kami mengimbau warga menyiapkan tempat aman dan melakukan evakuasi lebih awal jika kondisi air kembali naik,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Teras Baru, Roy, mengaku banjir yang terjadi sejak Senin membuat aktivitas masyarakat terganggu. Air di sekitar rumahnya bahkan hampir mencapai lutut orang dewasa.

“Kalau air naik lagi tentu kami khawatir. Sekarang saja sudah susah untuk beraktivitas,” ungkap Roy.

Hal serupa disampaikan Jamroni, pedagang di Jalan Tendean. Ia berharap banjir tidak semakin parah karena berdampak langsung pada usaha kecil miliknya.

“Pembeli jadi sepi karena jalan tergenang. Kami berharap air cepat surut,” katanya.

BPBD Bulungan juga memastikan koordinasi terus dilakukan dengan aparat di wilayah hulu untuk memantau perkembangan debit Sungai Kayan dan mengantisipasi dampak banjir yang lebih besar. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *