benuanta.co.id, BULUNGAN – Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan bangunan Pasar Dayak di Pasar Induk Tanjung Selor ambruk. Kejadian yang terjadi saat pasar masih sepi itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun membuat aktivitas para pedagang sempat lumpuh.
Sejak pagi, petugas langsung membersihkan puing-puing bangunan agar akses di dalam pasar kembali terbuka dan para pedagang bisa kembali berjualan.
Kepala UPTD Pasar Induk Tanjung Selor, Muhammad Gazali, mengatakan informasi mengenai ambruknya bangunan diterimanya dari petugas keamanan pasar sekitar pukul 02.30 Wita.
“Informasinya sekitar jam 12 sampai jam 1 malam terjadi angin ribut disertai hujan lebat. Sekitar jam 2.30 petugas menghubungi saya dan menyampaikan kalau bangunan Pasar Dayak sudah roboh,” katanya di lokasi pasar, Selasa (7/7/2026).
Usai menerima laporan, pihaknya langsung mengecek lokasi memastikan kondisi bangunan dan pedagang. Hasil pengecekan sementara, tidak ada korban maupun pedagang yang tertimpa reruntuhan.
Menurut Gazali, kerusakan hanya terjadi pada bangunan pasar. Sementara barang dagangan para pedagang masih dalam kondisi aman.
“Kalau untuk korban tidak ada. Barang dagangan pedagang juga tidak ada yang tertimpa. Yang terdampak hanya aktivitas jualannya karena lokasi harus dibersihkan lebih dulu,” ujarnya.
Pembersihan bangunan yang roboh mulai dilakukan sekitar pukul 08.00 Wita dengan melibatkan petugas kebersihan, petugas keamanan, dan pegawai UPT pasar. pembongkaran dilakukan agar puing-puing tidak mengganggu lalu lintas pengunjung maupun pedagang.
“Kami utamakan membersihkan dulu supaya akses kembali terbuka. Harapannya setelah selesai dibersihkan pedagang bisa kembali berjualan hari ini atau paling lambat besok,” jelasnya.
Gazali menambahkan, pembangunan kembali bangunan yang roboh masih menunggu laporan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan selanjutnya akan diputuskan setelah dilakukan pendataan terhadap kerusakan.
Ia juga menyebut ada sekitar sembilan pedagang yang biasa berjualan di lokasi tersebut. Selama proses pembangunan nantinya, pihak UPT telah menyiapkan lokasi sementara agar para pedagang tetap bisa mencari nafkah.
“Kalau nanti proses pembangunan dimulai, pedagang akan kami arahkan ke lokasi yang sudah disiapkan di area parkir belakang supaya aktivitas jual beli tetap berjalan,” katanya.
Salah seorang pedagang Pasar Dayak, Siti, mengaku syok saat tiba di lokasi. Ia datang seperti biasa membawa seluruh barang dagangannya dan belum mengetahui bahwa bangunan tempatnya berjualan sudah roboh.
“Saya tidak dapat informasi apa-apa. Pas datang semua barang sudah saya bawa, ternyata tempat jualannya sudah roboh. Saya langsung kaget dan sedih melihat kondisinya,” ucapnya.
Menurut Siti, hari itu seharusnya ia mulai berjualan sejak pagi. Bahkan beberapa barang dagangan seperti nanas dan kebutuhan lainnya baru saja dibeli untuk dijual. Namun karena lokasi masih dipenuhi puing dan sedang dibersihkan, ia memilih mengurungkan niat berjualan.
“Tadi kami mau jualan di ujung, tapi tidak bisa karena masih ada pembongkaran. Pembeli juga tidak ada yang datang. Akhirnya saya bersihkan barang dulu lalu pulang,” katanya.
Meski tidak mengalami kerugian pada barang dagangan, Siti mengaku kehilangan pendapatan hari itu. Baginya, satu hari tidak berjualan cukup berdampak karena penghasilan sehari-hari memang bergantung dari aktivitas di pasar.
“Cari uang sekarang sudah susah. Kalau satu hari tidak jualan ya terasa juga. Untungnya barang-barang saya masih aman, yang rusak cuma bangunannya,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki bangunan Pasar Dayak agar para pedagang bisa kembali berjualan dengan aman dan nyaman.
“Harapan kami semoga cepat diperbaiki. Tempat ini kan sumber penghasilan kami. Semoga ke depan fasilitas pasar juga lebih diperhatikan supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







