Microsleep Masih Jadi Penyebab Utama Kecelakaan di Bulungan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Mengantuk saat mengemudi atau microsleep masih menjadi penyebab paling banyak kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bulungan. Dari hasil evaluasi Satlantas Polresta Bulungan, sebagian besar kasus kecelakaan yang terjadi dipicu karena pengendara kehilangan konsentrasi akibat kelelahan.

Kasat Lantas Polresta Bulungan, AKP Yonathan Kurniawan mengatakan, faktor manusia masih mendominasi penyebab kecelakaan. Banyak pengendara yang tetap melanjutkan perjalanan meski kondisi tubuh sudah lelah.

“Penyebabnya rata-rata karena faktor kelalaian. Mayoritas kecelakaan yang kami tangani dipicu oleh microsleep atau pengendara mengantuk saat berkendara,” ujar AKP Yonathan, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga :  Hendak Menuju Pelabuhan, Begini Kronologi Terbaliknya Mobil di Jalan Yos Sudarso

Ia menjelaskan, microsleep bisa terjadi tanpa disadari. Pengendara hanya tertidur beberapa detik, tetapi dalam waktu singkat itu kendaraan bisa kehilangan kendali dan memicu kecelakaan. Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi tubuh sebelum berkendara. Jika mulai mengantuk atau merasa lelah, sebaiknya segera mencari tempat yang aman untuk beristirahat.

“Idealnya setelah berkendara sekitar empat jam, pengemudi sebaiknya beristirahat terlebih dahulu. Jangan dipaksakan terus karena kelelahan dapat memicu microsleep yang sangat berbahaya,” katanya.

Baca Juga :  6,3 Kg Sabu Dimusnahkan Polda Kaltara

Selain mengingatkan soal bahaya microsleep, Satlantas Polresta Bulungan juga mencatat korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025 hingga Juni 2026, sebanyak sembilan orang meninggal dunia akibat kecelakaan di wilayah Kabupaten Bulungan.

“Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dari tahun 2025 hingga Juni 2026 tercatat sebanyak sembilan orang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kasus Viral Dugaan Penganiayaan di Tarakan, Tiga Terduga Pelaku Diamankan

Meski begitu, AKP Yonathan menyebut angka kecelakaan pada semester pertama tahun 2026 mulai mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah korban luka berat maupun luka ringan juga ikut berkurang.

Ia berharap tren penurunan itu terus berlanjut. Menurutnya, keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga bergantung pada kesadaran setiap pengendara untuk tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh sudah tidak fit.(*)

Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *